Home / Budaya Pariwisata / Politisi PSI Stenli Furima: Perkenalkan Budaya Asli Kaimana Melalui Momen Penyambutan Tamu

Politisi PSI Stenli Furima: Perkenalkan Budaya Asli Kaimana Melalui Momen Penyambutan Tamu

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” slogan ini mungkin bisa menjadi pegangan bagi semua yang ada di Kabupaten Kaimana untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap pelestarian budaya 8 suku asli Kaimana.

Padahal budaya 8 suku asli Kaimana ini bisa dilestarikan melalui momen-momen penting daerah, salah satunya saat penyambutan tamu penting daerah, agar tamu yang datang bisa melihat kekhasan budaya asli Kaimana, baik terkait busana yang dikenakan maupun musik dan tari yang ditampilkan.

Stenli Furima, anggota DPRK Kaimana asal Teluk Arguni menyampaikan ini. Ia mengatakan, untuk melestarikan budaya asli Kaimana ini memang butuh peran pemerintah daerah dan dewan adat sebagai penyedia ruang bagi masyarakat adat Kaimana untuk memperkenalkan budayanya.

“Hari-hari ini kita lihat penjemputan tamu itu keliru, sebenarnya itu bukan budaya Kaimana. Contoh yang biasa ditunjukkan oleh salah satu sanggar tari, itu memang budaya Papua tapi dari utara, bukan Kaimana punya. Itu yang seringkali kita keliru,” ungkapnya, Jumat (4/7/2025) lalu.

Baca Juga:  Tutup Konsultasi Publik RDTR dan KLHS Pariwisata Triton, Asisten II: Terima Kasih Saran dan Masukan

Stenli mengajak masyarakat adat Kaimana untuk mencintai budayanya, mengingat budaya setiap suku tidak bisa diubah oleh berkembangnya zaman, karena adat istiadat atau budaya setiap suku merupakan warisan atau titipan dari para leluhur untuk dijaga dan dilestarikan oleh setiap generasi.

“Contoh dari suku Irarutu itu pakaiannya kulit kayu dan tarinya tifa, jangan dicampurkan dengan busana dari luar. Tapi seringkali orang bangga dengan itu. Mari kita tampilkan yang asli, kalau dari Irarutu yang Irarutu, dari suku Mairasi ya Mairasi, itu yang harus ditonjolkan,” imbuhnya.

Disisi lain, putra Arguni ini juga mengingatkan, agar budaya saling menghormati dan semangat persaudaraan antar suku di Kaimana yang telah terjalin baik selama ini, harus tetap dijaga. Jika selama ini ada tari kolaborasi dari berbagai budaya dipertontonkan diatas panggung, hal itu cukup menjadi bagian dari hiburan.

Baca Juga:  Dinahkodai Maryani Fenetiruma, Pengurus IPAK Periode 2025-2030 Kaimana Dikukuhkan

“Tapi kalau ada penjemputan tamu, wajib gunakan tari penjemputan dari budaya asli Kaimana, tinggal diatur dari suku mana. Bukan kita tidak menghargai saudara kita dari suku atau daerah lain, tapi ada adat dan budaya asli juga yang perlu kita lestarikan. Kita tinggal dimana, disitu kita harus menghormati budaya setempat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Stenli juga meminta agar sanggar-sanggar tari di Kaimana memahami hal ini. “Jadi sanggar-sanggar tari yang ada pun harus mengerti itu. Kalau untuk pertunjukan di panggung hiburan silahkan saja mau kolaborasi dari beberapa suku, tinggal dijelaskan saja supaya penonton tidak salah paham. Tapi untuk penjemputan tamu daerah sebaiknya tampilkan budaya dari 8 suku asli,” tutupnya. |isw|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Jadi Event Tahunan, Anggota DPRK Stenli Furima Minta Disbudpar Evaluasi Pelaksanaan Festival Pesona Senja

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Festival Pesona Senja Kaimana merupakan sebuah event yang sangat baik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *