Home / Nasional / Sampel Ikan akan Diteliti, Masyarakat Curiga Ikan Mati Akibat Potassium

Sampel Ikan akan Diteliti, Masyarakat Curiga Ikan Mati Akibat Potassium

Bagikan Artikel ini:

DINAS Perikanan Kaimana bersama BKIPM (Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu) serta PSDKP (Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) telah mengambil sampel ikan yang ditemukan mati dari beberapa titik di perairan Triton dan Lobo.

Sampel ini akan diteliti untuk mengetahui penyebab matinya beberapa jenis ikan karang termasuk lumba-lumba di beberapa titik, seperti Teluk Triton, Selat Parengga, Lobo dan pulau Nusrom.

Kepala Dinas Perikanan Kaimana, Gustaf Werfete menyampaikan ini saat dikonfirmasi disela melakukan monitoring kasus ikan mati di perairan Teluk Triton dan Lobo, Selasa (19/11/2019).

Baca Juga:  Sudah Vaksin Kedua, Pelaku Perjalanan Tak Perlu Lagi Tes Antigen dan PCR

Menurut Kadis, sampel dimaksud akan diteliti di Kaimana dengan mendatangkan petugas dari luar. “Sampel dari beberapa titik ini kita ambil untuk diteliti. Penelitiannya akan dilaksanakan di Kaimana dengan mendatangkan petugas dan alat dari luar,” terangnya.

Disisi lain, terkait kematian sejumlah ikan, warga disekitar lokasi mencurigai jika kasus ini terjadi akibat ulah manusia, yang mengambil ikan dengan menggunakan bahan kimia jenis potassium.

Baca Juga:  Tinjau Kantah Kota Batam Bersama Komisi II DPR RI, Wamen ATR Pastikan Pelayanan Pertanahan Berjalan Efisien

Kecurigaan ini diperkuat dengan pernah ditemukannya botol berisi potassium oleh warga disekitar lokasi. Barang bukti berupa botol yang diduga potassium tersebut sudah diamankan petugas.

Kebenaran informasi ini juga masih perlu diteliti, karena menurut petugas, apabila disebabkan bahan kimia, maka jumlah yang digunakan dipastikan cukup banyak mengingat wilayah yang terkena dampak cukup luas.

Namun meski beragam spekulasi muncul, penyebab matinya ikan akan berpatokan pada hasil pemeriksaan sampel. |DAR|AWI|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Kementerian ATR/BPN Catat RDTR Terintegrasi OSS Bertambah Jadi 576 dan Usulan LP2B Lampaui Target RPJMN

Bagikan Artikel ini: Jakarta – Penyediaan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) mendukung kemudahan berusaha serta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *