Home / Berita Utama / Pemda Kaimana Perlu Telusuri Sumber Getaran Bukan Gempa yang Resahkan Warga

Pemda Kaimana Perlu Telusuri Sumber Getaran Bukan Gempa yang Resahkan Warga

Bagikan Artikel ini:

ANGGOTA DPRD Kaimana, Frans Amerbay, SE angkat bicara terkait keresahan warga terhadap adanya getaran menyerupai gempa yang sering dirasakan belakangan ini.

Ia memberi saran kepada Pemerintah Daerah agar melakukan penelusuran sumber getaran untuk memastikan apa yang sedang dilakukan di lokasi sumber getaran dimaksud.

“Bupati melalui kewenangannya disarankan untuk memerintahkan institusi terkait melakukan pengecekan. Pastikan sumber getaran itu dari mana dan apa yang sedang dilakukan disana,” ucap Frans belum lama ini.

Dikatakan, jika getaran yang dirasakan oleh masyarakat dimaksud bukan gempa, maka bisa dimungkinkan ada aktivitas yang mencurigakan dibawah tanah atau dibawah laut yang dilakukan oknum tertentu tanpa sepengetahuan Pemerintah Kabupaten Kaimana.

Baca Juga:  DPRK Kaimana Terbitkan Rekomendasi Operasional Maxim, Beberapa Titik Tidak Boleh Dilayani

“Jangan sampai memang benar ada aktivitas dibawah tanah atau laut yang kita tidak tahu. Ini harus ditelusuri agar kita bisa mengetahui persis. Jangan sampai ketika ini dibiarkan akan berdampak negatif dikemudian hari,” ungkap Ketua DPRD Kaimana periode 2014-2019 ini.

Diceritakan pula, dirinya ketika menelurkan hoby mancing malam hari di perairan Buruway pernah melihat kapal dengan cahaya lampu yang cukup terang. Setelah konfirmasi dengan pihak kepolisian, ditemukan jawaban kapal dimaksud merupakan kapal pencari cumi-cumi. Namun Frans tetap menyarankan Pemerintah Daerah agar melakukan penelusuran.

Seperti diketahui, beberapa bulan terakhir, masyarakat Kaimana khususnya yang berdomisili di wilayah kota, sering merasakan getaran menyerupai gempa yang cukup meresahkan karena dikhawatirkan berdampak pada robohnya bangunan rumah.

Baca Juga:  DPRD Tetapkan Agenda Kerja Tahun 2019

Awalnya getaran bergemuruh itu terasa pada siang atau sore hari, namun setelah banyaknya warga yang panik dan bertanya-tanya di media sosial, getaran berpindah malam hari bahkan subuh.

Getaran dimaksud dipastikan bukan gempa, karena jikalau benar gempa maka biasanya dalam beberapa detik atau menit kemudian, ada pemberitahuan resmi melalui SMS dari BMKG.

Namun yang terjadi selama beberapa kali getaran, tidak pernah ada pemberitahuan dari BMKG. Sehingga kesimpulannya, getaran dimaksud bukan gempa, namun disinyalir merupakan efek dari sebuah kegiatan dibawah tanah atau laut yang berkekuatan tinggi hingga mengguncang permukaan tanah. |RED|KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Tim GTRA Kaimana dan Provinsi Papua Barat Gelar Zoom Meeting Perkuat Komitmen Pelaksanaan Reforma Agraria

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Tahun 2026 Kabupaten Kaimana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *