
KAIMANA- Sedikitnya 191 Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemkab Kaimana mengikuti tes Pemetaan Preferensi Kompetensi PNS Jabatan Pelaksana dengan Metode Computer Assisted Test (CAT) yang difasilitasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kaimana kerjasama Badan Kepegawaian Daerah Regional XIV Papua Barat.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor BKPSDM Kaimana, 31 Oktober hingga 1 November 2018 menghadirkan beberapa penguji dari BKD Regional XIV Papua Barat.
Kepala BKPSDM, Drs. Donald R. Wakum kepada wartawan di Gedung Pertemuan Krooy menjelaskan, pemetaan preferensi atau pemetaan jabatan ini merupakan salah satu kegiatan yang wajib dilaksanakan oleh setiap instansi, dalam hal ini pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Dasar pelaksanaan adalah UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang ASN, dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Kebijakan Reformasi Birokrasi Nomor 28 Tahun 2017 tentang Standar Pemetaan Jabatan. Tujuannya adalah untuk melihat sejaumana kemampuan staf dalam memahami dan melaksanakan tugas atau pekerjaan yang dipercayakan.
“Dari hasil ini kita memiliki informasi yang cukup terkait ASN, untuk dijadikan dasar pertimbangan bagi pejabat pembina kepegawaian dalam penempatan pegawai. Tetapi kualifikasi pendidikannya akan dilihat juga. Ini dimaksudkan agar kita bisa menempatkan orang pada posisi yang tepat, karena kalau orang berada di tempat yang sesuai, maka output atau outcome pekerjaannya akan berhasil,” ujar Wakum.
Dijelaskan, ujian akan menggunakan metode CAT, dengan soal ujian kurang lebih 60 nomor serta waktu uji 90 menit. Kepala BKPSDM juga menjelaskan, 191 peserta ini merupakan staf pelaksana yang direkomendasi oleh masing-masing pimpinan OPD.
“Ada dua metode uji yang digunakan yaitu metode prefensial dan CAT. Kita pakai metode CAT yang sekarang dipakai BKN. 191 peserta ini merupakan rekomendasi OPD, karena pimpinan OPD lah yang tau siapa yang pantas diikutkan. Jadi kami tidak langsung tentukan orangnya. Nanti berdasarkan rekomendasi itulah, kami input nama-nama mereka dan didaftarkan juga ke BKN melalui situs websitenya,” terangnya lagi.
Ditambahkan, pelaksanaan ujian akan berlangsung dalam 8 sesi, disesuaikan dengan jumlah komputer berstandarisasi BKN yang hanya tersedia 30 unit. “Komputernya harus berstandarisasi BKN. Kalau satu sesi 30 orang, maka hari pertama kita targetkan 4 sesi atau 120 orang, sisanya akan dilanjutkan besok. Hasil tes langsung diketahui, karenanya kami berharap semua bisa terakomodir,” tutupnya. |R10|KN1|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik