Home / Budaya Pariwisata / Wamen ATR/BPN: Jangan Takut Pertahankan Adat dan Budaya Papua, Itulah Simbol Kebesaran

Wamen ATR/BPN: Jangan Takut Pertahankan Adat dan Budaya Papua, Itulah Simbol Kebesaran

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM- Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Surya Tjandra, berkesempatan secara resmi membuka kegiatan pagelaran pawai budaya dan pameran dalam rangka memeriahkan Konferensi Besar Masyarakat Adat Papua (KBMAP) ke-IV, Senin (25/10/2021).

Wamen yang didampingi Wakil Bupati Kaimana Hasbulla Furuada dan Ketua Panitia Pelaksana KBMAP Arifin Sirfefa, serta Dewan Adat Papua dan Kaimana, pada kesempatan yang sama juga menyempatkan diri mengunjungi setiap stand pameran.

Surya Tjandra yang naik ke panggung dihantar oleh kelompok masyarakat adat dari suku besar Mairasi ini, dalam sambutannya mengatakan, Papua menjadi istimewa dimata semua orang karena budaya dan adat istiadatnya, serta kekuatan masyarakat Papua sendiri dalam mempertahankan adat dan budaya yang diwariskan.

Baca Juga:  Wabup Isak Waryensi: Pengembangan Pariwisata Teluk Triton Wajib Libatkan Masyarakat Lokal   

“Ada sebuah kalimat ‘Kebudayaan yang benar dilahirkan di alam, sederhana, rendah hati dan murni.’ Hari ini kita melihat orang Papua memang tinggal di alam dalam kesederhanaan dan murni. Itulah yang membuat Papua istimewa bagi kami,” ujarnya.

“Jangan pernah takut menunjukkan adat Papua, jangan ragu, karena itulah kekuatan Papua. Itulah kebesaran Papua yang membuat bangsa Indonesia juga besar. Karena kita menghargai semua kebudayaan dan adat istiadat,” ujar Wamen.

Dihadapan ratusan masyarakat adat Papua yang hadir, Wamen juga menjelaskan bahwa noken yang biasa digunakan masyarakat Papua sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization) sejak 4 Desember 2021.

Baca Juga:  Wabup Isak Waryensi Hadiri Musyawarah III Masyarakat Adat Suku Madewana

“Dengan demikian masyarakat dunia itu mengakui bahwa kebudayaan Papua memang patut dipertahankan, patut kita jaga, patut kita hormati dan patut kita lindungi. Ada foto noken bisa digunakan untuk menggendong anak. Itu pemandangan yang amat sangat luar biasa yang terus menyentuh kami di Jakarta. Itulah panggilan bagi kami semua untuk sama-sama membangun Papua,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri sambutannya dan membuka secara resmi pameran budaya, Wamen menyanyikan lagu ‘Senja di Kaimana’ karya Alfian didampingi Wakil Bupati Kaimana, Dewan Adat dan Ketua Panitia Pelaksana KBMAP IV. |RED|KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Jadi Event Tahunan, Anggota DPRK Stenli Furima Minta Disbudpar Evaluasi Pelaksanaan Festival Pesona Senja

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Festival Pesona Senja Kaimana merupakan sebuah event yang sangat baik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *