
KAIMANA- Dimulai 11 September 2018, maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang selama ini melayani rute Kaimana-Ambon-Nabire menghentikan pengoperasiannya ke wilayah Kabupaten Kaimana.
Informasi ini dibenarkan Kepala Unit Penyelenggara Bandara Utarom Kaimana, Yayat Suyatman, ST,MM saat dikonfirmasi disela penjemputan jemaah haji Kaimana, Sabtu (8/9). Dijelaskan, pihaknya telah menerima surat resmi dari managemen maskapai Garuda.
Dalam surat disebutkan, Garuda menghentikan sementara waktu layanan untuk rute yang selama ini dilalui, yakni Ambon-Kaimana dan Nabire, hingga batas waktu yang belum dapat dipastikan. Dan keputusan penghentian ini lanjut Yayat, merupakan hak pihak maskapai.
“Memang mereka sudah ajukan surat kepada kami bahwa mulai tanggal 11 September, untuk sementara akan berhenti melayani rute biasa Ambon-Kaimana-Nabire. Jadi hari ini mereka terakhir masuk Kaimana. Istilahnya itu jedah, tapi sampai kapan itu kami juga tidak diberitahu,” jelas Yayat.
Dikatakan, untuk melanjutkan kembali pengoperasiannya, pihak Garuda harus bisa mempertahankan ijin rute yang sudah ada, karena berdasarkan aturan, apabila dalam jangka waktu 22 hari pihak maskapai tidak mengajukan perpanjangan ijin rute, maka ijin akan dicabut.
“Ijin rute itu kalau berdasarkan peraturan, akan dicabut apabila tidak diperpanjang dalam kurun waktu 22 hari. Nah supaya tidak dicabut, kami berharap selama waktu jedah ini garuda bisa mengurus perpanjangan ijinnya. Tetapi itu semua tergantung garuda,” ujar Yayat.

Ditanya adanya kemungkinan Garuda akan mengalihkan rute, Yayat mengatakan, pernah mendengar garuda akan mengalihkan rute melalui Sorong. Namun kepastian pengalihan tersebut, belum disampaikan secara resmi kepada pihak bandara selaku penyedia fasilitas.
“Rencananya memang mau ambil rute Sorong, tetapi belum ada keputusan, mungkin pengaturannya yang belum capai final. Tugas kami di bandara ini kan hanya menyiapkan fasilitas, kami welcome dengan penerbangan apapun yang mau masuk. Kami sebetulnya juga berharap agar garuda tetap masuk Kaimana,” ujarnya.
Harapan yang sama juga datang dari masyarakat Kaimana yang menginginkan agar agar garuda tetap melayani rute Kaimana untuk menjawab kebutuhan layanan transportasi udara. Masyarakat akui, semenjak garuda masuk ke wilayah Kaimana, harga tiket penerbangan lebih kompetitif sehingga mudah dijangkau oleh semua kalangan.
“Jujur saja, sejak ada garuda, harga tiket pesawat keluar masuk Kaimana memang agak murah. Masyarakat bisa sekali-sekali naik pesawat karena harga tiket bisa dijangkau. Berharap garuda tetap ada, supaya ada alternatif pilihan untuk masyarakat, walaupun harga tiket garuda sendiri juga sebenarnya masih terlalu mahal,” ungkap warga.
Sementara itu, managemen Garuda Indonesia sendiri yang hendak dikonfirmasi terkait penghentian sementara waktu rute penerbangan Kaimana-Ambon-Nabire belum dapat dihubungi. (KNT)
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik