Home / Berita Utama / Kaimana Dukung Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi

Kaimana Dukung Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi

Bagikan Artikel ini:

KAIMANA- Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Kaimana memberikan dukungan penuh terhadap penetapan Papua Barat sebagai provinsi konservasi. Dukungan tersebut tidak hanya sebatas kata-kata, tetapi Kaimana juga memetakan wilayah perairannya masuk dalam Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD).

Sebagai bukti keseriusan Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kaimana mendukung penetapan Papua Barat sebagai provinsi konservasi, pada lokakarya bertema Mewujudkan Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi, yang dilaksanakan di Grand Papua Hotel Kaimana, Sabtu (27/10/2018).

Dukungan diberikan dengan cara membubuhkan tandatangan diatas sebuah spanduk bertuliskan “Kami masyarakat Kaimana mendukung provinsi konservasi” yang dipimpin Wakil Bupati Kaimana, Ismail Sirfefa, S.Sos, MH, diikuti oleh semua peserta lokakarya.

Wabup Ismail pada pembukaan lokakarya mengatakan, penetapan provinsi konservasi sejalan dengan visi daerah Kabupaten Kaimana, yakni pembangunan berkelanjutan dalam mewujudkan Kaimana yang unggul, cerdas, sehat, mandiri dan sejahtera, serta misi ketiga yakni; mewujudkan perekonomian daerah berbasis keunggulan kompetitif SDA yang dikelola secara berkelanjutan.

Olehnya pendekatan khusus patut dilakukan untuk mendukung provinsi konservasi, melalui pengelolaan KKPD secara maksimal. Dikatakan, dari literatur yang digunakan didalam penyusunan peraturan daerah tentang konservasi, terlihat bahwa sumber daya alam di Papua Barat sangat menjanjikan bagi masa depan dunia.

“Harapan kami, hal yang sama juga dapat dilakukan oleh semua kabupaten/kota di Papua Barat, sehingga secara terencana, bertahap dan berkesinambungan akan mendorong proses percepatan hadirnya provinsi konservasi ini,” ujar Ismail.

Dijelaskan, provinsi konservasi sudah dideklarasikan sejak tahun 2015 oleh Gubernur Papua Barat, Abraham Atururi. Deklarasi ini mengisyaratkan bahwa provinsi konservasi merupakan sebuah kebutuhan. Untuk itu, semua elemen masyarakat harus terlibat, baik Pemda, TNI, Polri, unsur masyarakat dan NGO.

Baca Juga:  Kejaksaan Negeri Kaimana Musnahkan Barang Bukti 5 Perkara Termasuk 632 Paket Ganja

“Pemda Kaimana juga memberikan apresiasi kepada NGO yang mempunyai kepedulian dan mencintai lingkungan, yang selalu menjaga ekosistem dan ekologi, serta memberikan peluang bagi daya dukung lingkungan sehingga kedepan semua proses pembangunan berjalan sebagaimana yang diharapkan,” ungkapnya.

Wabup Ismail Sirfefa juga mengajak dewan adat untuk memainkan peran strategis dalam mendukung dan mensukseskan misi besar Papua Barat sebagai provinsi konservasi. Dikatakan, berbicara lingkungan identik dengan berbicara kepentingan adat secara khusus. Oleh sebab itu, menjadi kewajiban bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal yang telah diturunkan oleh leluhur.

Kesempatan yang sama, Assisten II Setda Provinsi Papua Barat, Yakonias Sawaki, SH yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Papua Barat pada lokakarya sekaligus roadshow kampanye konservasi menjelaskan, ide pembentukan provinsi konservasi berasal dari mantan Gubernur Papua Barat, Abraham Atururi.

“Idenya sederhana saja, bagaimana kita bisa melihat Papua Barat ini tetap hijau dimasa yang akan datang. Ide ini kemudian ditangkap oleh sejumlah lembaga yang sangat peduli terhadap lingkungan, dalam hal ini CI dan beberapa lainnya, dengan menyusun sebuah konsep besar yang disebut provinsi konservasi,” terang Sawaki menjawab pertanyaan peserta lokakarya.

Melengkapi pernyataan Sawaki, West Papua Senior Landscape Program Manager Conservation International, Yance de Fretes mengatakan, gagasan Provinsi Konservasi sebenarnya untuk melaksanakan amanat Undang-undang Otonomi Khusus, Pasal 63, bahwa Pembangunan di Provinsi Papua Barat dilakukan dengan berpedoman pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan, pelestarian lingkungan.

Untuk diketahui, lokakarya bertajuk mewujudkan Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi ini, merupakan rangkaian dari kegiatan roadshow kampanye konservasi melalui pemutaran film provinsi konservasi yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Papua Barat bekerjasama dengan Conservation International (CI) Indonesia serta Blue Sphere Foundation.

Baca Juga:  Mulai Tahun Ini, Inspektorat Kaimana akan Audit Dana BOS

Roadshow ini sendiri berlangsung di enam kota di Papua Barat yakni; Manokwari, Pegunungan Arfak, Waisai, Sorong, Fakfak serta Kaimana. Di Kaimana, kampanye konservasi yang dimeriahkan artis dan penggiat konservasi Edo Kondologit dan penampilan para rappers kelompok muda Kaimana ini, diselingi pesta rakyat terpusat di Taman Kota Kaimana, Rabu 24 Oktober 2018.

Staf Ahli Bupati Bidang Kesra, SDM & Perekonomian, Luther Rumpumbo, S.Pd mewakili Pemerintah Daerah pada pembukaan kampanye konservasi mengatakan, provinsi konservasi merupakan salah satu langkah strategis untuk melindungi Sumber Daya Alam baik diperbarui maupun yang tidak dapat diperbarui.

Dikatakan, Papua barat diibaratkan sebagai rumah bagi segara kehidupan, karena lebih dari 1.800 spesies ikan, 75% jenis terumbu karang, hutan mangrove terbesar di dunia, dan hutan tropis terbesar kedua dunia yang bisa disebut sebagai paru-paru dunia, ada di Kaimana. “Mari kita simak secara baik film provinsi konservasi ini,” ungkapnya.

Untuk diketahui, film berdurasi 1 jam 20 menit produksi Blue Sphere Foundation, sutradara Shawn Heinrichs dan John Weller ini, diproduksi tahun 2015, yang menampilkan keindahan alam Papua Barat serta dukungan berbagai pihak untuk menjadikan Provinsi Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi.

Film ini disajikan dalam bentuk wawancara dengan pejabat pemerintah, tokoh masyarakat adat, penggiat konservasi dan peneliti. Rangkaian roadshow kampanye Provinsi Konservasi yang dijadwalkan 7-27 Oktober 2018 ini sendiri dalam rangka membangun dukungan masyarakat untuk menjadikan Papua Barat sebagai Provinsi Konservasi. |KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Disetujui 5 Fraksi Dewan, APBD Kaimana Tahun 2026 Ditetapkan Sebesar Rp.1.066 Triliun

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Setelah melewati proses panjang mulai dari penyusunan program hingga pembahasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *