
KAIMANANEWS.COM – Panglima Kodam XVIII/Kasuari Papua Barat, Mayjen TNI Christian Tehuteru dalam kunjungannya di Kabupaten Kaimana, Kamis (15/1/2026) menyerahkan Tunggul Satuan Yonif TP 862/Ure Wara, Yonif TP 863/Bemanbe Bathun dan Yonif TP 864/Nane Nambae.
Penyerahan Tanggul Satuan Yonif ini berlangsung dalam upacara yang dipimpin langsung Pangdam XVIII/Kasuari bertempat di Mako Yonif TP 864/Nane Nambae Kaimana.
Pangdam dalam arahannya mengatakan, Tunggul Satuan adalah simbol kehormatan, identitas dan semangat juang satuan sebagai pengingat sakral bagi prajurit untuk menjaga integritas dan loyalitas pada bangsa dan negara, karena dari sinilah nilai karakter dan pengabdian prajurit dibentuk dan diwariskan.
Dikatakan, penetapan nama satuan dilakukan dengan mempertimbangkan sejarah dan identitas daerah, pahlawan dan tradisi serta kearifan lokal setempat. Hal ini adalah sebagai doa, harapan dan tuntutan moral bagi setiap prajurit yang mengembannya.
Pangdam secara rinci menjelaskan, Yonif TP 862/Ure Wara. Ure berarti pejuang yang kuat tak tertandingi dan Wara berarti berani dalam bertindak, serta mampu menyelesaikan tugas dengan baik.
Nama ini lanjutnya, lahir dari bahasa Wondamen Suku Wamesa Teluk Wondama. Artinya jelas bahwa prajurit Yonif TP 862 dituntut untuk kuat dalam prinsip, berani dalam keputusan dan tuntas dalam pengabdian.

Sementara Yonif TP 863/Bamanbe Bathun. Bamanbe berarti laki-laki kesatria pelindung, dan Bathun berarti tanah raja. Nama ini berasal dari bahasa Ambel, Suku Ambe Waren, yang artinya simbol prajurit yang menjadi perisai rakyat dan penjaga kehormatan tanah Papua, menjaga wilayah bukan dengan kesombongan senjata tetapi dengan keteladanan sikap.
Sedangkan Yonif TP 864/Nane Nambae. Nane berarti Ksatria berjiwa pemberani dan Nambae berarti tangguh dalam bertahan serta mampu mengatasi rintangan dan tantangan. Nama ini berasal dari bahasa Mairasi Suku Mairasi Kaimana yang mengandung makna prajurit yang tidak mudah goyah, tidak menyerah pada kesulitan dan selalu hadir di saat rakyat membutuhkan.
“Saya menghaturkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Forkopimda serta seluruh masyarakat setempat yang telah menerima kehadiran Yonif TP di wilayah masing-masing dengan terbuka, hangat dan penuh kepercayaan. Penerimaan ini merupakan modal strategis bagi kami untuk menjalankan tugas secara humanis, profesional dan bermartabat,” ujar Pangdam.
Dijelaskan pula, Yonif Teritorial Pembangunan memiliki tugas ganda, di satu sisi adalah pasukan infanteri yang siap tempur, terlatih, disiplin dan profesional. Sementara di sisi lain, adalah pelaksana Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
Yonif TP lanjutnya, hadir di tengah masyarakat untuk; mendukung ketahanan pangan melalui pertanian peternakan dan perikanan; membantu pembangunan infrastruktur; memberikan pelayanan kesehatan; serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya di daerah perbatasan dan wilayah terpencil.
“Jadilah prajurit yang menyatu dengan budaya lokal, menghormati adat, menjaga kehormatan masyarakat dan menjadi teladan dalam sikap maupun perbuatan. Ingat senjata paling kuat seorang prajurit teritorial adalah kepercayaan rakyat,” pesannya kepada seluruh prajurit Yonif TP.
Hadir dalam upacara dimaksud, Wakil Bupati Kaimana Isak Waryensi, Ketua DPRK Kaimana Robi Daud Samangun, Dandim 1804 Kaimana, Pimpinan Satuan Yonif TP, Persit Kartika Candra Kirana, serta tamu undangan. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik