Home / Berita Utama / Bupati: Ada Usulan Calon Kepala UPTD yang Merupakan Pelaku Pemalangan SD, Hati-hati

Bupati: Ada Usulan Calon Kepala UPTD yang Merupakan Pelaku Pemalangan SD, Hati-hati

Bagikan Artikel ini:

KAIMANA- Bupati Kaimana Matias Mairuma mengatakan, ada usulan nama sebagai calon kepala Unit Pelaksana Teknis Distrik (UPTD) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, yang merupakan pelaku pemalangan sekolah.

Bupati tegaskan nama yang bersangkutan telah masuk rapor merah dan dinilai tidak punya integritas karena telah melakukan tindakan yang tidak semestinya dilakukan. Hal ini harus diantisipasi mengingat posisi Kepala UPTD lanjut Bupati, sama dengan wakil kepala dinas di tingkat distrik.

Bupati menyampaikan ini ketika membuka secara resmi Pelatihan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 (K13) Bagi Guru SD dari kampung-kampung se-Kabupaten Kaimana di Grand Papua Hotel, Senin (1/7/2019).

“Ada usulan nama UPTD, disitu ada nama yang dia merupakan pelaku pemalangan SD di kampung. Dia punya rapor di Bupati ada, rapor itu belum hapus. Orang tidak sadar kalau posisi kepala UPTD itu adalah wakil kepala dinas di tingkat distrik. Pelaku pemalangan sekolah mau diangkat jadi perwakilan dinas di distrik. Ini orang tidak punya integritas,” tegas Bupati dihadapan ratusan guru dan kepala SD.

Baca Juga:  Lantik Pengurus PWI Kaimana, Bustam Ingatkan Insan Pers Kolaborasi Bangun Daerah

Bupati peringatkan dinas, agar hati-hati dalam mengusulkan nama pejabat yang akan menempati posisi penting. Ia berharap, dinas lebih selektif dalam menempatkan orang karena pendidikan menjadi program prioritas Pemerintah Daerah.

“Hati-hati itu, makanya Sekretaris Dinas dia kasih nama-nama itu lalu dia langsung naik pesawat. Tidak tahu terbang kemana supaya Bupati jangan tanya dia. Bapak jangan usul nama yang namanya itu di rapor saya sudah merah,” ungkapnya tanpa menyebut nama yang bersangkutan.

Baca Juga:  Bupati Freddy Hadiri Buka Puasa Bersama BNI Kaimana di Masjid Attaqwa Krooy

Mengakhiri pernyataannya, Bupati ingatkan semua guru, agar tidak melakukan tindakan yang tidak layak dihadapan anak didik. Guru harus memberikan contoh yang baik, sebagai bagian dari pendidikan akhlak.

“Kemarin untung saya tidak naik, kalau saya naik di sekolah yang dipalang saya cuci bersih. Bagaimana kepala sekolah palang sekolah, itu ilmu apa, kami tidak pernah baca literatur seperti itu. Kita ini dididik bukan hanya mengajar saja, tetapi akhlak juga harus dibentuk,” ujarnya kecewa. |CR13|AWI|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Pemkab Kaimana Alokasikan Rp.1,5 M Tanggulangi Bencana di Kampung Esrotnamba

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui APBD Tahun 2026 mengalokasikan anggaran sebesar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *