
AKSI solidaritas memprotes tindakan rasisme dan radikalisme yang dialami mahasiswa Papua di Kota Malang dan Surabaya kembali digelar di Kaimana, Selasa (20/8/2019).
Setelah sehari sebelumnya, massa menggelar long march keliling kota Kaimana, namun hari ini rute perjalanan diubah menuju pasar baru Air Tiba dengan jarak tempuh sekitar kurang lebih dua kilometer.
Ratusan massa aksi damai yang dipimpin Brian Kendi, selaku koordinasi aksi diawali ibadah bersama secara iman kristen dan islam di perempatan traffic light taman Kota Kaimana.
Usai berdoa bersama, para demonstran langsung bertolak menuju pasar baru Air Tiba. Selain membawa serta spanduk dan poster bertuliskan penegasan agar menghentikan tindakan intimidasi dan rasisme terhadap rakyat Papua, beberapa diantaranya juga menyampaikan orasi memprotes tindakan rasisme.
Long march kelompok massa turut dikawal aparat Kepolisian Resor Kaimana. Tampak puluhan anggota Polres Kaimana melakukan pengamanan situasi guna memberikan keleluasan kepada warga untuk menyampaikan aspirasi.
Hingga berita ini diturunkan, warga OAP Kaimana sedang bergerak menuju pasar baru Air Tiba. Sementara kondisi pasar sendiri, sejak pagi terpantau sepi. Beberapa rumah kios dan toko tampak tutup. Demikian pula pasar sayur mayur juga sepi karena pedagang non Papua tidak beraktivitas. |KNT|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik