Home / Berita Utama / Kelambu Buat Cegah Nyamuk, Jangan Sampai Muncul di Laut Untuk Jaring Ikan

Kelambu Buat Cegah Nyamuk, Jangan Sampai Muncul di Laut Untuk Jaring Ikan

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM- “Jangan setelah dapat kelambu, langsung dibawa ke laut untuk jaring ikan” demikian pesan awal bernada gurau Kepala Dinas Kesehatan Kaimana, Arifin Sirfefa, SKM,MM pada pencanangan Pekan Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis dan Pembagian Kelambu Massal tingkat Kabupaten Kaimana, Senin (16/10). Arifin mengatakan ini karena kelambu cukup praktis untuk menjaring ikan.

Pencanangan pekan POPM ini sendiri dibuka Wakil Bupati Kaimana, Ismail Sirfefa, S.Sos,MH, yang diawali presentasi perkembangan penanganan malaria dan filariasis di Kabupaten Kaimana yang dilakukan Dinas Kesehatan selama ini, serta perkembangannya di tingkat Provinsi Papua Barat dan Indonesia umumnya.

Arifin jelaskan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana pada tahun 2019, telah menargetkan Kaimana bebas dari malaria dan filariasis atau yang biasa disebut penyakit kaki gajah. Untuk mencapai ini, maka melalui pekan pemberian obat pencegahan massal filariasis dan kelambu ini, seluruh warga Kaimana, kecuali Baduta (bawah dua tahun), wajib mengkonsumsi obat dan mendapatkan kelambu.

Baca Juga:  Tanggapi Aspirasi Masyarakat, Besok DPRK Kaimana Gelar RDP dengan Sejumlah OPD

Menurutnya, pemberian obat pencegahan filariasis dan kelambu gratis ini dilakukan bersamaan, karena keduanya memiliki keterkaitan, mengingat filariasis juga dapat ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. “Dapat obat ya harus dapat kelambu, karena kalau tidur tidak pakai kelambu, nyamuk datang gigit dan menularkan penyakit,” ujar Arifin.

Lebih jauh Arifin berharap, obat yang dibagikan diminum sesuai petunjuk medis. Demikian pula kelambu, agar dipakai untuk mengatasi gigitan nyamuk. Ia meminta agar kelambu tidak disalah gunakan atau mengalihkan fungsinya untuk tujuan lain, karena sering ia temukan kelambu dijadikan alat menjaring ikan dan sejenisnya di laut.

Baca Juga:  Bupati Kaimana Letak Batu Pertama Pembangunan SMTK Negeri

“Jangan sampai barang itu tiba-tiba sudah ada di laut untuk jaga ikan. Yang begitu tidak boleh terjadi, gunakan itu untuk jaga tubuh dari gigitan nyamuk. Kalau kelambu dipakai sesuai fungsi, obat juga diminum sesuai petunjuk, maka tahun 2019 kita bisa bebas dari malaria dan filariasis. Saya minta pencegahan filariasis dan pemanfaatan kelambu ini disosialisasikan kepada sesama,” pungkasnya. (ant/bel)


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Bupati Kaimana Lepas Pawai Obor Menyambut Idul Adha 1447 Hijriah

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Bupati Kaimana, Drs. Hasan Achmad, M.Si melepas secara resmi kegiatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *