

BUPATI Kaimana, Drs. Matias Mairuma, meminta para pemimpin jemaat Gereja Protestan Indonesia (GPI) Papua Klasis Kaimana untuk membantu anak-anak Papua agar memiliki ketertarikan untuk belajar mengenal disiplin ilmu yang bisa menunjang karir di masa depan.
Bupati menyampaikan ini ketika hadir membuka secara resmi Temu Akrab Kawan Sekerja Allah (Taksa) dan Rapat Koordinasi Klasis (Rakorsis) GPI Papua Kaimana di Gereja Jemaat Efata Kampung Sisir I/Marsi, Minggu (26/7/2020). Turut hadir Sekda Kaimana Rita Teurupun, Asisten I Luther Rumpumbo, Ketua PKK Kaimana Ny. Coni Mairuma dan sejumlah pimpinan OPD.
Dikatakan, Taksa dan Rakor Klasis merupakan momen yang tepat untuk membicarakan dan mencarikan solusi penyelesaian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, terutama warga jemaat selama ini. Salah satu persoalan utama yang dihadapi lanjut Bupati adalah, dunia pendidikan yang belum mampu menghasilkan generasi berkualitas.
Bupati mencontohkan, pengusulan kuota kelulusan CPNS Tahun 2018 yang menyulitkan Pemerintah Daerah melakukan keberpihakan terhadap anak asli Papua, karena banyak anak asli Papua yang memburu formasi SMA dan menumpuk di formasi lainnya yang kuotanya hanya membutuhkan 2-3 pelamar, padahal ada 70 jabatan yang ditawarkan dan sebagian besar mengalami kekosongan.

“Dulu sekolah saja sudah cukup, tetapi sekarang ini, sekolah saja tidak cukup kalau kualitasnya tidak bagus. Ini persoalan yang kami hadapi ketika mengusulkan kuota kelulusan CPNS 2018. Peserta asli Papua menumpuk di formasi SMA, sementara jabatannya lainnya kosong. Tidak ada formasi CPNS di republik ini yang satu jurusan itu minta 500 orang,” ungkap Bupati.
Untuk mengatasi masalah ini, Bupati meminta peran serta pihak gereja agar membantu menjamah anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah dasar, terutama di kampung-kampung, agar menggemari ilmu yang selama ini kurang diminati, seperti eksakta.
“Jurusan farmasi tidak diminati karena ada tambah kurang. Taksa dan Rakor Klasis ini lah merupakan kegiatan yang luar biasa dan momen yang baik untuk bagaimana gereja hadir memperkuat motivasi anak-anak di bangku sekolah agar belajar ilmu Mipa atau eksakta. Bantu mereka karena ini sudah merupakan tuntutan zaman,” ujar Bupati.
Kesempatan yang sama, Ketua Klasis GPI Papua Kaimana, Pdt. W.W. Raprap, S.Th menjelaskan, kegiatan Taksa dan Rakorsis bertujuan mengkoordinasikan beberapa hal yang akan dan sedang dilaksanakan di lingkup GPI Klasis Kaimana. Temu akrab sendiri lanjutnya, dipakai dalam rangka merumuskan beberapa hal, terkait program kegiatan yang dibutuhkan jemaat tingkat kampung maupun kota.
Dijelaskan, Taksa selain dihadiri oleh para pendeta aktif, hadir juga para vikaris dan para pendeta emeretus. “Rakor dan Taksa ini merupakan momen untuk kami sharing. Kami para pimpinan klasis mau mendengar seperti apa persoalan para pendeta di kampung, pendeta di kota, lalu pendeta kampung dan kota juga masing-masing sharing. Selanjutnya kita akan ramu semuanya kedalam program kerja yang akan disepakati dalam Rakersis nanti,” terang Pdt. Raprap. |RED|AWI|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik