


KETUA Komisi C DPRD Kaimana, Simon Fofid, ST, mengatakan, alokasi dana dari Pemerintah Daerah untuk pembiayaan Pilkada tahun ini cukup tinggi, mencapai Rp.55 Miliar. Ia berharap, KPU dan Bawaslu dapat memanfaatkannya secara efektif dan efisien demi tercapainya Pilkada yang berkualitas.
Simon menyampaikan ini usai menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait data pemilih bersama KPU, Bawaslu, Disdukcapil dan lainnya di Ruang Paripurna DPRD Kaimana, Selasa (4/8/2020).
Dikatakan, dana Pilkada kali ini tergolong sangat tinggi dibanding dengan Pilkada sebelumnya. Bahkan jika dibanding dengan daerah lain, dana Pilkada Kaimana masuk dalam kategori sangat tinggi.

“Efisiensi dan efektifitas dalam pemanfaatan anggarannya harus diperhatikan, baik itu dalam pelaksanaan tahapan Pilkada, maupun program lainnya yang melibatkan pihak ketiga. Ini maksudnya supaya Pilkada yang dilaksanakan benar-benar berkualitas,” ujar Ketua DPC Partai NasDem Kaimana ini.
Ia juga mengingatkan, agar pemanfaatan dana Pilkada dapat dipertanggungjawabkan dengan baik. Apabila terpakai habis, Pilkadanya juga harus berkualitas.
“Kami ingatkan agar pertanggungjawaban penggunaan dana harus jelas. Dana ini cukup besar dan semua mata turut mengawasi. Jangan sampai dana habis, tapi pelaksanaan Pilkadanya bermasalah,” ingatnya.
Menutup pernyataannya, Simon meminta KPU dan Bawaslu agar transparan dalam mengelola dana. “Perlu juga sosialisasikan kepada masyarakat tentang tahapan apa saja yang sudah jalan, supaya masyarakat bisa mengikuti setiap proses,” tutupnya. |DAR|AWI|








KAIMANA NEWS Media Informasi Publik