Home / Kesehatan / AKI dan AKB Masih Tinggi, Dinkes Kaimana Lakukan Verifikasi dan Analisis Data MPDN

AKI dan AKB Masih Tinggi, Dinkes Kaimana Lakukan Verifikasi dan Analisis Data MPDN

Bagikan Artikel ini:

  

KAIMANANEWS.COM – Dinas Kesehatan Kaimana melalui Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) menggelar kegiatan verifikasi dan analisis data MPDN (Maternal Perinatal Death Notification) Triwulan III Tahun 2025, Senin (17/11/2025).

Kegiatan yang digelar di Grand Papua Hotel Kaimana ini dibuka oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kaimana, Lili Haryati, S.Gz., M.M.

Kegiatan ini melibatkan 20 peserta yang berasal dari 10 Puskesmas dan RSUD Kabupaten Kaimana, dengan nara sumber 3 orang terdiri dari dokter spesialis obsgin, dokter spesialis anak dan 1 orang bidan.

Kabid Kesmas, Lili Haryati dalam sambutannya mengatakan, Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Kaimana masih tinggi. Oleh sebab itu, sangat perlu untuk tetap melakukan upaya preventif, kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh kepada semua sasaran ibu hamil, bersalin dan nifas agar dapat mengurangi risiko dan mencegah agar tidak lagi terjadi kasus kematian.

Baca Juga:  Lagi Dinas Kesehatan Kaimana Gelar Operasi Katarak Gratis 5-11 Juli 2024

Lili juga berharap, kegiatan verifikasi dan analisis data MPDN serta audit kasus kematian maternal dan perinatal dapat berjalan dengan baik, sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk menekan AKI dan AKB di Kabupaten Kaimana.

Sebelumnya, Ketua Panitia Kegiatan Imelda Mantong, SKM menjelaskan, tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menelusuri kembali sebab kesakitan dan kematian ibu dan bayi, dengan tujuan memastikan dimana dan mengapa berbagai sistem dan program gagal dalam mencegah kesakitan dan kematian yang akan datang, serta menentukan jenis intervensi dan pembinaan yang diperlukan.

Dijelaskan, Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Kabupaten Kaimana masih sangat tinggi berdasarkan data Kesga. Untuk angka kematian ibu, pada tahun 2021 sebanyak 3 orang, tahun 2022 berjumlah 1 orang, tahun 2023 berjumlah 3 orang, tahun 2024 berjumlah 4 orang dan bulan Januari sampai Juni 2025 sebanyak 3 orang.

Baca Juga:  Bupati: Kartu Kaimana Sehat Untuk Masyarakat yang Belum Terakomodir Program JKN BPJS

Sementara Angka Kematian Bayi lanjutnya, pada tahun 2021 ada 20 kasus, tahun 2022 sebanyak 20 kasus, tahun 2023 berjumlah 17 kasus, tahun 2024 berjumlah 18 kasus dan bulan Januari sampai September 2025 sebanyak 22 kasus.

“Dari data diatas, jelas terlihat bahwa AKI dan AKB di Kabupaten Kaimana masih sangat tinggi. Hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas kesehatan terutama bidan, namun juga menjadi tanggung jawab pemerintah, lintas sektor dan juga masyarakat karena kematian ibu dan kematian bayi ini tidak semata-mata disebabkan oleh penyebab langsung (masalah medis) namun juga karena berbagai faktor penyebab,” ujarnya. |isw|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

20 Petugas Puskesmas Ikut Pelatihan Tenaga Kesehatan Jiwa Terpadu

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Sebanyak 20 petugas kesehatan dari 10 Puskesmas mengikuti pelatihan tenaga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *