
KAIMANA- Sedikitnya 55 Relawan Demokrasi bentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaimana, menerima atribut kerja berupa topi, baju kaus dan rompi. Atribut ini akan digunakan para relawan saat melakukan tugas sosialisasi di lapangan.
Ketua KPU Kaimana, Kristianus Maturbongs didampingi Komisioner Devisi SDM, Talib Ali Fidmatan, usai menyerahkan atribut menjelaskan, relawan demokrasi ini dibentuk oleh KPU dalam rangka membantu meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilu nanti.
Selama di lapangan, mereka akan melakukan sosialisasi Pemilu, termasuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya menggunakan hak pilih. “Intinya bagaimana orang yang enggan menggunakan hak pilih atau Golput mau datang ke TPS. Melalui relawan diharapkan jumlah Golput bisa ditekan,” ungkap Maturbongs.
Dijelaskan, sebelum ke lapangan, mereka akan dibekali dengan beberapa pengetahuan dasar terkait Pemilu, sehingga apa yang akan disampaikan ke masyarakat sesuai dengan yang diharapkan oleh KPU. Sosialisasi sendiri lanjut Maturbongs, akan menyasar pada 11 basis yakni; basis keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, perempuan, penyandang disabilitas, berkebutuhan khusus, kaum marjinal, komunitas, keagamaan, warga internet/sosmed dan netizen, dan relawan demokrasi.
Terkait teknis pelaksanaannya, Komisioner Devisi SDM, Talib Ali Fidmatan mengatakan, Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi relawan ini akan dilaksanakan 21 Februari (hari ini, red) di Sekretariat KPUD Kaimana. Para relawan akan dibekali pengetahuan tentang Pemilu, serta dampaknya bagi masa depan bangsa Indonesia.
“Targetnya akan menyasar pada 11 basis, dengan tujuan utama bagaimana mereka bisa meningkatkan partisipasi pemilih pada hari pemungutan suara. Mereka diharapkan bisa membantu masyarakat pemilih agar tidak Golput,” ungkapnya. Ditambahkan, setelah pelaksanaan Bimtek, sebagian relawan akan dikirim ke distrik dan kampung, dengan jatah untuk masing-masing distrik 5 orang. |AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik