
BUPATI Kaimana, Freddy Thie menegaskan, Pemerintah Kaimana tidak anti kritik, namun selalu membuka diri untuk mendengar masukan. Akan tetapi kritikan yang disampaikan harus konstruktif (bersifat membina, memperbaiki dan membangun) untuk Kaimana yang lebih baik.
Bupati menyampaikan ini ketika membuka secara resmi kegiatan Konferensi Cabang III GMKI Kaimana di Grand Papua Hotel, Jumat (20/8/2021).
Dihadapan para anggota dan pengurus GMKI, Bupati mengatakan, kritikan bagi Pemerintah Kaimana merupakan bensin yang membakar nalar dan nurani untuk saling melengkapi guna membangun etos kerja bagi kemajuan bersama.
“Saya tegaskan bahwa pemerintah tidak anti kritik. Pemerintah Kaimana akan selalu terbuka mendengar masukan-masukan yang konstruktif untuk kehidupan yang lebih baik. Kritikan bagi kami adalah bensin yang membakar nalar dan nurani untuk saling melengkapi dalam rangka membangun etos kerja bagi kemajuan Kaimana,” ujarnya.
Bersikap kritis lanjutnya, adalah suatu kesediaan untuk saling mengisi dan melengkapi, serta tidak bersifat destruktif (merusak, memusnahkan atau menghancurkan, red).
“Itu artinya kami berharap GMKI tidak hadir sebagai kekuatan yang destruktif apalagi instrik bagi pemerintah, namun sebaliknya sebagai kekuatan yang produktif bagi terciptanya suatu kondisi pembangunan dan kehidupan masyarakat yang lebih baik dari waktu ke waktu,” tutupnya. |RED|KN1|




























KAIMANA NEWS Media Informasi Publik