



KAIMANANEWS.COM- Bupati Kaimana, Freddy Thie menerima Tim Penyusun Dokumen Masterplan Pertanian dari Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) di ruang kerjanya, Senin (15/8/2022).
Tim terdiri dari; Dr. Ir. Supijatno, MSi; Ahli Agronomi Dr. Ir. Arif Hartono, MSc; Ahli Kesuburan Tanah La Ode Syamsul Iman SP. MSi; Ahli Sistem Informasi Geografis (GIS) Ridwan Diaguna, SP, MSi; Ahli Pertanian dan Ferdiansyah, SP; Asisten Kesuburan Tanah.
Diketahui, Pemerintah Kebupaten Kaimana dan IPB memiliki ikatan kerja sama di bidang Pertanian, Perikanan dan Beasiswa Utusan Daerah. Kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi Misi kedua pasangan Freddy Thie-Hasbulla Furuada yaitu Mengembangkan Tekhnologi Perikanan, Pertanian dan Kehutanan.
Dalam pandangannya, Freddy Thie menilai bahwa selama ini belum ada keseriusan dari Pemerintah Daerah dalam pengembangan sektor pertanian. Padahal, Kabupaten Kaimana sendiri memiliki lahan yang sangat luas, tetapi tidak pernah dilirik sebagai potensi ekonomi dan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Hal itu terbukti dari tidak adanya dokumen perencanaan pengembangan jangka panjang yang dikaji secara ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. “Saya bukan seorang akademisi, tetapi Saya sadar, untuk membangun sesuatu yang besar dan serius, perlu adanya kajian akademik. Supaya pembangunan yang dilakukan tidak asal-asalan dan buang-buang anggaran,” kata Freddy.
Menurut Kepala Daerah berdarah Tionghoa itu, sektor pertanian merupakan salah satu fokus utama pembangunan Kaimana dibawah kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Hasbulla Furuada. Oleh sebab itu, ia merasa perlu melibatkan para akademisi dari kampus ternama seperti IPB untuk meneliti, mengkaji dan menyusun dokumen masterplan pertanian.

“Pertanian merupakan leading sector kita, selain Pariwisata dan Perikanan. Tapi sudah 19 tahun kabupaten ini berdiri, tiga sektor ini justru tidak mendapatkan perhatian yang serius. Padahal, jika dikelola dengan baik, tiga sektor inilah yang akan menjadi sumber kesejahteraan masyarakat dan dapat mendongkrak PAD kita,” tutur Freddy.
Untuk diketahui, Tim Fakultas Pertanian IPB tiba di Kaimana sejak hari Jumat 12 Agustus 2022. Mereka sudah turun ke beberapa lokasi di Distrik Arguni Bawah, Arguni Atas, Kambraw, Buruway dan Etna. Sedangkan di Distrik Kaimana, mereka baru memulai dari Kampung Lobo dan sekitarnya. Berikutnya mereka akan turun ke Tanggaromi dan Marsi.
Supijatno selaku ketua tim mengatakan, pihaknya sementara ini akan mengambil sampel tanah, mengukur kedalaman dan meneliti kontur tanah di beberapa lokasi. Dari situ, mereka akan melakukan kajian, komoditi apa saja yang dapat dikembangkan di Kabupaten Kaimana.
“Sekilas kami melihat bahwa Kaimana ini sangat berpotensi untuk pertanian. Apalagi saat ini tekhnologi pertanian sudah sangat maju. Asal ada kemauan untuk mengerjakannya, Saya yakin pertanian di sini akan berhasil. Selain komoditi buah-buahan, kita juga berharap ke depannya Kaimana bisa mengembangkan pertanian padi,” ujar Supijatno.
Selain menyusun dokumen masterplan pertanian, Fakultas Pertanian IPB juga akan membantu Pemerintah Kabupaten Kaimana untuk mengkomunikasikan ke Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (KDPDTT) agar Kabupaten Kaimana dibantu mengembangkan sektor pertaniannya.
“Setelah dokumen masterplan ini selesai, kami akan mendampingi Pemda Kaimana untuk presentasi ke Kementan dan KDPDTT. Kerja sama ini akan berkesinambungan. Tidak selesai hanya sampai masterplan saja,” tegas Supijatno. |RLS|RED|




















KAIMANA NEWS Media Informasi Publik