
KAIMANANEWS.COM- Bupati Kaimana, Freddy Thie memberikan tantangan khusus kepada Tim Penggerak PKK, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) untuk menciptakan pelaku usaha baru yang sukses dan kedepan bisa menyediakan lapangan kerja bagi orang lain.
Tantangan ini diberikan karena 3 organisasi ini dipercayakan oleh Pemerintah Daerah untuk mengelola Food Court yang terletak di Taman Kota Jokowi-Iriana dan kawasan Wisata Kuliner Nusantara di Jalan Utarom, Krooy.
Tantangan yang sama juga Bupati berikan kepada Tim PKK tingkat distrik dan kampung untuk mendampingi para pelaku usaha kerajinan di tingkat distrik dan kampung agar usahanya terus berkembang.
Bupati jelaskan, pada tahun 2022 ini, Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM mengalokasikan bantuan modal kerja bagi 418 pelaku Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).

“Saya memberikan tantangan supaya 3 organisasi ini merekomendasikan 20 nama penerima bantuan. Bukan hanya merekomendasikan tetapi tugas 3 organisasi ini juga mengawasi supaya bantuan tepat sasaran dan penerima bantuan benar-benar menggerakan usahanya sehingga bisa menjadi pengusaha-pengusaha baru yang nanti bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain,” ucap Bupati.
Bupati yang sempat mengunjungi stand pameran Distrik Kambrauw berharap, 3 organisasi ini benar-benar memberikan dukungan terhadap suksesnya visi misi pemerintah daerah, terutama yang berkaitan dengan program pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya dalam beberapa kesempatan menyampaikan ke semua organisasi mitra pemerintah, baik PKK, GOW dan juga Dharma Wanita bahwa sebagai mitra harus mendukung program pemerintah, bukan hanya pintar membuat proposal. Yang kita inginkan bantu bantu pemerintah daerah dalam mensejahterakan masyarakat,” ujarnya pada kegiatan Rakerda IV PKK Kabupaten Kaimana, Rabu (21/9/2022).
Dikatakan, setelah GOW, DWP dan PKK berhasil menciptakan pengusaha baru, maka kesempatan yang sama juga akan diberikan kepada organisasi lain seperti Bhayangkari, Persit atau lainnya.
“Kalau satu organisasi sukses mendampingi 20 pelaku usaha baru maka sudah ada 60 yang sukses. Nanti Dinas Perindagkop urus yang sisanya. Kita target kalau satu tahun 50% berhasil berarti sudah tidak berat. Kalau berhasil di tahun ini, kita juga bisa keluar minta peran organisasi lain seperti Bhayangkari, Persit dan lainnya,” ujar Bupati. |RED|KN1|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik