Home / Berita Utama / Jubir Satgas: Butuh Waktu 2 Minggu Untuk Tetapkan Seseorang Positif Corona

Jubir Satgas: Butuh Waktu 2 Minggu Untuk Tetapkan Seseorang Positif Corona

Bagikan Artikel ini:

BUTUH waktu kurang lebih dua minggu untuk memastikan seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berstatus positif corona. Hal ini disebabkan VTM (Viral Transport Media) milik pasien yang mencakup sampel swab tenggorok dan lainnya, harus diteliti di Balai Besar Kesehatan di Jayapura atau Makassar.

Demikian penjelasan Juru Bicara Covid-19 Kaimana, dr. Albert Kapitarau, Sp.B saat dikonfirmasi terkait perkembangan 1 PDP  yang sedang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kaimana.

Ditemui di Posko Penanganan Covid-19 Kaimana, Selasa (7/4/2020), Dokter Ahli Bedah RSUD Kaimana ini menjelaskan, kondisi pasien di hari kedua perawatan, belum ada perkembangan. “Ini hari kedua dia dirawat dengan status PDP sama dengan kemarin. Kondisinya belum ada perkembangan,” ungkap Dokter.

Dijelaskan, untuk memastikan seorang pasien positif corona, ada beberapa tahapan pemeriksaan yang harus dilakukan. Tahap pertama melalui rapid test dan lainnya yang sudah dilakukan oleh pihak RSUD Kaimana.

Pemeriksaan berikutnya lanjut Dokter, menggunakan rapid test PCR (Polymerase Chain Reaction) atau alat untuk mendeteksi adanya infeksi Covid-19 dalam tubuh seseorang, dan Swab Tenggorok yang keberadaanya masih menunggu dari Manokwari.

Baca Juga:  Pimpin Apel Pasca Libur Nataru, Sekda Ingatkan ASN Tentang Tugas dan Tanggung Jawab

“Semua pemeriksaan sudah kita lakukan. Tinggal tunggu PCR dan swab tenggorok dari Manokwari. Kalau tiba besok mungkin dua minggu baru kita bisa pastikan hasilnya. Tapi kalau belum tiba karena akses kita susah ya berarti lebih lama lagi,” ungkapnya.

Dijelaskan, setelah pemeriksaan dengan dua alat ini, hasil dikemas dalam VTM dan harus dibawah untuk diteliti di Balai Besar Kesehatan di Jayapura atau Makassar. Hasil pemeriksaan swab tenggorok lanjut Dokter, merupakan unsur penentu yang bisa mengkonfirmasi apakah seorang pasien positif corona atau bukan.

“Untuk swab tenggorok ini butuh waktu satu sampai dua minggu, karena kita harus kirim ke Jayapura atau Makassar yang terdekat dari sini. Disana kita harus antri lagi menunggu giliran. Kami harus pastikan seorang postif coron atau bukan dengan melihat hasil swab itu. Ini yang biasa kami bilang belum terkonfirmasi ketika kami belum melihat hasil swab itu,” terang Dokter Albert.

Baca Juga:  Sukseskan Program 4 M, Bupati Ajak Semua Kampung Contohi Masyarakat Ure

Ditambahkan, untuk membawa VTM ke balai besar di Jayapura atau Makassar, juga membutuhkan tenaga medis yang benar-benar siap menjaga dan mengawasinya selama perjalanan. Hal ini dikarenakan VTM yang didalamnya terdapat sampel swab tenggorok dan lainnya itu, merupakan kotak yang harus diperlakukan dengan sangat hati-hati.

“Karena VTM itu tidak bisa diperlakukan sembarang. Kalau salah penggunaan habis semua. Jadi harus hati-hati, semua harus dijaga ketat mulai dari pengambilan swab tenggorok, penyimpanan, sampai kepada penerimaan hasil. Jadi tenaga medis yang membawanya harus memperlakukannya dengan sangat hati-hati selama perjalanan, lalu menunggu sampai penelitian di balai besar selesai dan hasilnya dibawa pulang. Dari sini baru kita bisa pastikan seseorang terinveksi corona atau bukan,” tutupnya. |AWI|

 


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Operasi Keselamatan Mansinam Kembali Digelar, Polres Kaimana Tetapkan 7 Target Pelanggaran

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Kepolisian Resor Kaimana kembali menggelar Operasi Keselamatan Mansinam. Pelaksanaan operasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *