GUBERNUR Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan ketika melakukan tatap muka dengan perwakilan Orang Asli Papua (OAP) di Kaimana pasca ricuh rasisme, berjanji akan meneruskan aspirasi warga Papua di Kaimana dalam aksi solidaritas menentang rasisme 19-20 Agustus lalu kepada pemerintah pusat.
Aspirasi berupa pernyataan sikap tertulis dimaksud diterimanya dari Bupati Kaimana, Drs. Matias Mairuma, serta turut disaksikan Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI, Joppye Onesimus Wayangkau serta Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol. Herry Rudolf Nahak.
Dikatakan, aspirasi akan diteruskan kepada Pemerintah Pusat, dalam hal ini Presiden RI untuk ditindaklanjuti. Menurutnya, aspirasi yang diterimanya, pada umumnya mendesak agar persoalan rasisme dapat diselesaikan secara hukum.
“Aspirasi yang sudah disampaikan, akan kami teruskan kepada pemerintah pusat supaya ditindaklanjuti karena berkaitan dengan harkat martabat dan jati diri orang Papua. Dari beberapa aspirasi itu sudah jelas untuk menindak tegas oknum-oknum, baik Ormas maupun oknum yang terlibat agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegas Mandacan, Sabtu (24/8/2019).
Dijelaskan, Pemerintah Papua Barat dan Papua telah membentuk tim untuk merangkum seluruh isi pernyataan sikap warga OAP dari seluruh daerah, termasuk dari Manokwari, Fakfak, Sorong dan Kaimana, maupun lainnya, untuk selanjutnya menunggu kesediaan waktu Presiden RI.
“Tim dari Papua sudah datang ke Papua Barat dan sudah membahas semua aspirasi yang masuk. Hari minggu kita akan ke Jakarta untuk persiapkan bahan presentasi. Kita tunggu ketika Presiden sudah memberikan waktu, kita akan ketemu dan kami Gubernur Papua Barat dan Gubernur Papua akan menyampaikannya,” ungkapnya di Grand Papua Kaimana Hotel.
Selain itu, dalam pertemuan pasca ricuh rasisme ini pula, Gubernur juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada OAP Kaimana yang melakukan aksi demo solidaritas menentang rasisme dalam koridor yang damai dan tidak anarkis.
Meski disisi lain, ia mengaku menyesal karena aksi yang sama di Manokwari, Sorong dan Fakfak justru diwarnai tindakan anarkis berupa pengrusakan dan pembakarah sejumlah fasilitas.
“Saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada semua komponen bangsa masyarakat Papua yang ada di Kaimana yang sudah menjaga keamanan sekalipun ada demo tetapi dalam koridor damai dan juga sesuai ijin. Ini luar biasa,” pungkasnya. |KNT|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik