
SETELAH tertahan beberapa hari lamanya, akhirnya 5 sampel swab dari 1 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 2 Orang Tanpa Gejala (OTG) dan 2 Orang Dalam Pemantauan (ODP) Kaimana dikirim ke Jayapura untuk diperiksa di Laboratorium Balai Besar Kesehatan.
Pengiriman 5 sampel swab dimaksud, difasilitasi PT. Freeport Indonesia Timika dengan menggunakan pesawat Airfast miliknya.
“Sampel yang dikirim yakni 1 PDP, 2 OTG dan 2 ODP ke Jayapura melalui Timika. Pesawat yang digunakan untuk mengantar sampel ini sama sekali tidak dicarter. Ini dukungan dari PT. Freeport,“ terang Ketua Satgas COVID-19 Kaimana, Rita Teurupun, Rabu (15/4/2020).
Ditemui usai mengikuti RDP (Rapat Dengar Pendapat) terkait penanganan Covid-19 Kaimana bersama DPR, Rita mengatakan, pihak Airfast hanya meminta agar sampel swab dikemas sesuai prosedur untuk kenyamanan crewnya.
“Kita harus menjamin crewnya, jangan sampai mereka bisa tertular. Mereka juga meminta KKP yang membawa sampel tersebut kedalam pesawat. Proses pengepakan sampel ini kami juga buat dalam bentuk dokumentasi untuk disampaikan ke pilot,” terang Rita.
Ditanya jangka waktu yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan hasil uji, Rita mengatakan, sesuai prosedur, hasil pemeriksaan sampel baru bisa diketahui setelah dua minggu.
“Kalau tidak ada halangan paling terlambat dua minggu. Pak Bupati juga terus memantau perkembangan sampel itu. Sesuai laporan dari dokter KKP Timika, sampel sudah tiba di Jayapura dan hasilnya akan dinformasikan kemudian,” ujarnya.
Rita sendiri berharap, kelima sampel yang dikirim tersebut hasilnya negatif. Ia meminta doa dan dukungan masyarakat Kaimana agar penanganan Covid di Kaimana berjalan baik.
“Untuk hasilnya nanti akan disampaikan melalui Jubir Satgas Covid Kaimana. Kami sangat berharap agar hasilnya negatif. Tadi sebelum sampel dikirim, kita bedoa bersama di Bandara Utarom,” ungkapnya. |AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik