Home / Berita Utama / Harga Sirtu Mendadak Naik Saat Ada Proyek, Kades Edor: Itu Karena Ekonomi Masyarakat Susah

Harga Sirtu Mendadak Naik Saat Ada Proyek, Kades Edor: Itu Karena Ekonomi Masyarakat Susah

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM- Kepala Kampung Edor, Distrik Buruway, Abdul Kadir Suban mengatakan, tingginya harga material pasir dan batu (Sirtu) yang dijual masyarakat ketika proyek pemerintah turun ke kampung disebabkan masyarakat mengalami kesulitan ekonomi.

Menurutnya, masyarakat memanfaatkan peluang melalui proyek pemerintah karena sumber penghasilan dari kegiatan lain tidak berjalan baik akibat minimnya pengetahuan masyarakat dalam mengelolanya.

Untuk itu, Pemerintah Daerah melalui OPD terkait diminta turun melakukan pembinaan dan pendampingan agar masyarakat memiliki pemahaman tentang bagaimana mengelola sumber daya yang tersedia.

“Bangun fisik tapi ingat juga ekonomi masyarakat. Jangan kaget kalau proyek turun, harga batu dan pasir naik, itu karena ekonomi susah. Supaya bisa hidup masyarakat kasih naik harga. Memang ada sumber penghasilan lain, seperti di Edor sini mayoritas masyarakat melaut, di Esania masyarakat berkebun tapi pendapatannya minim karena masyarakat kurang paham. Makanya Dinas Perikanan dan Pertanian coba turun dampingi supaya masyarakat pintar atur hasil. Jangan duduk saja di darat sana. Di kantor itu tidak ada kerja mo, kadang-kadang ktong pergi itu kantor sunyi,” sentil Kades dalam kegiatan Musrenbang Distrik Buruway di Kampung Edor belum lama ini yang juga turut dihadiri Bupati Kaimana.

Baca Juga:  Bupati Sambut Baik Gagasan Yayasan Alirena Terkait Sekolah Berasrama

Dikatakan, masyarakat sangat membutuhkan kehadiran pemerintah agar bisa membantu memberikan pemahaman tentang bagaimana  memanfaatkan potensi sumber daya alam yang tersedia sehingga tidak terus-terusan bergantung pada APBD.

Baca Juga:  Disetujui 4 Fraksi, APBD-P 2022 Ditetapkan Sebesar Rp.1,193 Triliun

“Kalau mau supaya negeri ini maju semua harus turun kebawah bina masyarakat supaya bisa pintar atur dong pu hasil. Misalnya dapat 1000 baginya bagaimana, sehingga jangan lagi terus-terusan tunggu APBD. Selama ini APBD itu jadi sasaran karena ekonomi susah,” ujarnya.

Terkait program 4 Miliar per kampung, Kades Abdul mengatakan, masyarakat bisa menyumbangkan material tanpa biaya jika pendapatan dari sumber lain mencukupi. “Kalau ada hasil laut dan kebun, kita tidak akan jual material mahal-mahal, bila perlu gratis. Tapi karena minim makanya harga meterial dikasih naik supaya bisa hidup. Nanti habis proyek baru kasih turun lagi,” tuturnya. |RED|KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Kasat Lantas Polres Kaimana; Ruas Jalan Lumba-Lumba Baru Dibuka Setelah Upaya Mediasi

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Ruas jalan satu arah dari Tugu Lumba-Lumba menuju Kota yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *