
KAIMANANEWS.COM– “Kalian semua berharga di mata Tuhan. Narkoba, seks bebas, miras atau lem aibon itu memang nikmat, tetapi kenikmatan itu membawa kita pada kehancuran. Pribadi kita, tubuh kita adalah bait Allah yang harus kita jaga. Jangan sekali-kali salahkan orang ketika hidup kita hancur, karena yang terjadi itu datang dari pribadi kita yang tidak mau mensyukuri berkat Tuhan. Mulai hari ini, bentuklah dirimu menjadi pribadi yang baik.”
Demikian ajakan Eks Pengedar dan Pecandu Narkoba, Michael Ponelo ketika memberikan pencerahan kepada lebih dari 2.500 pelajar SMP dan SMA/SMK se-Kota Kaimana pada Seminar dan KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) bertajuk ‘Kaimana Bangkit dan Bersinar’ yang diselenggarakan Jaringan Doa Nasional (JDN) bekerjasama dengan Jaringan Doa Regional Papua dan Jaringan Doa Kota Kaimana.
Seminar yang dilaksanakan di Stadion Triton, Rabu (25/10/2017) siang ini, selain menampilkan pengkhotbah Pdt. Daniel Panji dari Jaringan Doa Nasional dan Pdt. Max Ebe dari Jaringan Doa Regional Papua, juga menghadirkan dua motivator dari dua lembaga yang tergabung dalam My Home Indonesia, yakni; Ester Kurniawati dari Love Mam, Dad and Teacher, dan Michael Ponelo dari One Generation.
Pantauan Kaimana News, antusiasme para pelajar mengikuti kegiatan ini cukup tinggi. Meski panas, mereka tetap bertahan dan serius mengikuti setiap tahapan seminar yang dimulai sejak Pukul 10.00 WIT hingga 12.30 WIT. Didampingi para guru, mereka khusuk berdoa dan bernyanyi memuji Tuhan, sambil sesekali terdiam dan menangis histeris ketika motivator mengetuk hati mereka dengan beragam nasihat dan permainan yang bertujuan memotivasi diri untuk bangkit menjadi pribadi yang lebih baik.
Ketua Jaringan Doa Kota Kaimana, Donald R. Wakum ketika dikonfirmasi terkait kegiatan ini menjelaskan, seminar dan KKR yang menyasar pada pelajar ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang bertujuan menyelamatkan generasi muda Kaimana dan membuka wawasan berpikir sehinggta dapat membedakan hal baik dan buruk. Pendidikan karakter dalam kegiatan ini lanjut Kepala Badan Kepegawaian Kaimana dan Pengembangan SDM Kaimana ini, selaras dengan kebijakan revolusi mental Presiden RI Joko Widodo.
“Anak-anak ini sementara berada diujung jurang kehancuran karena perkembangan zaman dan teknologi yang sangat pesat. Kami percaya mereka sudah dibekali hal baik dari rumah, gereja maupun sekolah. Tetapi ketika kami berkunjung ke beberapa sekolah, banyak keluhan tentang prilaku anak-anak yang menyimpang, seperti pergaulan dan seks bebas, minuman keras, pornografi dan LGBT. Inilah mengapa seminar ini menyasar kepada anak-anak sekolah,” ujar Wakum.
Lebih jauh, Wakum menambahkan, kegiatan ini melibatkan para motivator dari lembaga My Home Indonesia, sebuah wadah yang dibentuk untuk merangkul setiap orang bukan hanya umat kristen protestan dan katolik, tetapi juga kelompok agama lain, agar menjadikan Indonesia sebagai rumah sendiri, rumah penuh damai dan kasih. “Kami berharap kegiatan ini bisa berjalan rutin setiap tahun, sehingga remaja kita di Kaimana lebih awas terhadap hal-hal negativ,” ungkapnya seraya menambahkan, kegiatan ini mendapat dukungan dari Sekda Kaimana.
Terkait kegiatan ini, Maria L. Sikora, S.PdK, pendamping siswa SMK Negeri 1 Kaimana mengakui, seminar dan KKR ini sangat baik untuk memberikan pencerahan bagi para remaja, terutama yang saat ini duduk di bangku sekolah. Ia berharap melalui kegiatan ini, anak-anak Kaimana yang juga merupakan anggota gereja bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan berguna bagi diri sendiri, keluarga, gereja dan juga bagi Kabupaten Kaimana.
“Ini realita kehidupan yang terjadi di masyarakat kita saat ini. Banyak remaja sudah terkontaminasi dengan hal-hal yang negativ, sebagian sudah ada dalam dunia narkoba, aibon, miras, seks bebas dan lainnya. Puji Tuhan hari ini ada KKR, kami berharap dengan adanya seminar dan KKR seperti ini, ada pencerahan buat para remaja supaya sebisa mungkin ada di jalan yang benar,” ujar Maria.
Kesempatan yang sama, Samuel, peserta yang ditemui di lokasi seminar mengaku senang dan puas mengikuti seminar dan KKR. Ia mengaku, mendapat pelajaran positif dari kegiatan yang dapat membentuk kepribadiannya menjadi lebih baik. “Senang dan puas karena dari sini juga kami belajar arti hidup, belajar menghargai diri sendiri dan orang lain. Kami berjanji akan jadi anak baik,” ungkap Samuel. (bel)
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik

