Home / Berita Utama / Kadis LH Kaimana: Persoalan Sampah Imbas dari Kebijakan Pusat Terkait Pemberhentian Honda dan Minimnya Sarpras

Kadis LH Kaimana: Persoalan Sampah Imbas dari Kebijakan Pusat Terkait Pemberhentian Honda dan Minimnya Sarpras

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kaimana, Yakob Surbay, S.E angkat suara terkait persoalan penumpukan sampah di beberapa titik dalam wilayah Kota Kaimana yang terjadi belakangan ini.

Kepada Kaimana News.Com, Kamis (10/4/2025) ia menegaskan, hal pertama yang menyebabkan permasalahan sampah belakangan ini adalah adanya kebijakan pemerintah pusat terkait penghentian pengangkatan tenaga honorer daerah (Honda).

“Adanya kebijakan pemerintah pusat untuk tidak lagi mengangkat tenaga honorer daerah inilah yang menyebabkan tenaga persampahan yang bekerja mulai dari Januari sampai Maret itu dirumahkan,” tegas Yakob Surbay.

Namun untuk tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, pihaknya memberlakukan kebijakan memperkerjakan kurang lebih 10 pegawai, untuk melakukan pengangkutan sampah dari tempat pembuangan sementara (TPS) yang dianggap paling rawan untuk dibawah menuju tempat pembuangan akhir (TPA).

Baca Juga:  Sambut Hari Bhayangkara ke-76, Polres Kaimana Gelar Jalan Santai Berhadiah

Sementara untuk sampah rumah tangga, karena kondisi keterbatasan sumber daya pegawai, pihaknya meminta masyarakat untuk mengamankan sementara di rumah masing-masing sambil menunggu petugas sampah dan armada yang akan mengangkutnya menuju TPA.

“Karena kondisi keterbatasan pegawai maka dihimbau agar setiap sampah rumah tangga disimpan dulu di tempat masing-masing nanti ketika petugas sampah bersama armada datang barulah dikeluarkan untuk langsung diangkut ke TPA,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Sosial ini juga mengatakan, tidak maksimalnya penanganan sampah ini akan berlangsung sampai adanya kebijakan yang diambil pemerintah untuk mengatasinya. Pihaknya tidak bisa memaksakan kehendak karena jumlah pegawai yang menanganinya terbatas, sementara wilayah layanannya juga cukup luas.

Baca Juga:  Miris, Murid SDI Wosokuno Belajar di Lantai, Pengawas dari Dinas Tidak Pernah Berkunjung

Selain persoalan keterbatasan tenaga ujarnya, pihaknya juga menghadapi kendala minimnya sarana prasarana (Sarpras) yang dibutuhkan untuk kelancaran pengangkutan sampah menuju TPA.

“Juga ada hal lain yang menyebabkan terjadinya penumpukan sampah yaitu sarana prasarana pemerintah yang terbatas. Dari tenaga yang terjadi kekosongan, kemudian  sarana prasaran yang kurang memadai inilah yang menyebabkan penanganan persampahan menjadi tidak maksimal,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk sama-sama bertanggungjawab mengatasi masalah sampah karena sampah yang ada dihasilkan oleh setiap individu.

“Sampahku tanggungjawabku bukan tanggungjawab orang lain. Sampah bukan urusan pemerintah saja karena sampah dihasilkan oleh setiap individu maka mari kita sama-sama bertanggungjawab menanganinya,” pungkasnya. |isw|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Pimpin Misa Natal, Pastor Yohanes Ajak Umat Katolik Kaimana Tidak Remehkan Hal Kecil   

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Perayaan misa Natal di Gereja Katolik Paroki Santo Martinus Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *