Home / Berita Utama / Kaimana Bakal Jadi Ibukota Provinsi Papua Bomberai

Kaimana Bakal Jadi Ibukota Provinsi Papua Bomberai

Bagikan Artikel ini:

WILAYAH Kabupaten Kaimana bakal dipersiapkan menjadi ibukota Provinsi Papua Bomberai, yang didalamnya mencakup Kabupaten Fakfak, Teluk Wondama, Teluk Bintuni.

Beberapa waktu lalu, Staf Khusus Kepresidenan Prof. DR. Basir Rohrohmana SH,MH, yang ditugaskan mengkaji pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) di Papua, bertemu Pemkab Kaimana untuk membicarakan masalah ini.

Hal ini dibenarkan Wakil Bupati Kaimana, Ismail Sirfefa, S.Sos,MH ketika membuka secara resmi kegiatan Konsultasi Publik Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Kaimana Tahun 2012-2031 di Gedung Pertemuan Krooy, Kamis (12/12/2019).

“Beberapa waktu lalu, kami didatangi tamu Staf Khusus Presiden RI, Prof DR. Basir Rohrohmana, SH.MH. Beliau diminta khusus oleh Presiden sebagai koordinator bidang pengkajian Daerah Otonomi Baru. Tadi sebelum kesini, Pak Bupati minta saya sampaikan 3 hal ini yakni pembangunan infrastruktur, pertambangan, serta pemekaran Provinsi Papua Bomberai dan itu ibukota di Kaimana,” terang Wabup.

Baca Juga:  Dinas Perhubungan Gandeng Satlantas Polres Kaimana Tertibkan Kendaraan Angkutan Umum

Dijelaskan, nomenklatur pembentukan semua provinsi di Tanah Papua akan berubah. Contoh, jika sekarang ini bernama Provinsi Papua atau Papua Barat, maka nanti akan berubah menjadi Provinsi Domberai, Provinsi Papua Meepago, Papua Saereri, Papua Bomberai dan lainnya.

“Tim khusus sudah lakukan pertemuan strategis baik di Provinsi Papua maupun Papua Barat, kemudian beliau (Prof. DR Rohrohmana) menanyakan kepada kami, kira-kira bagaimana dengan Kabupaten Kaimana. Karena nanti semua provinsi di Tanah Papua ini akan berubah nomenklatur. Contoh, sekarang kita dengar Provinsi Papua, nanti berubah menjadi provinsi Papua Meepago, Papua Saireri dan lainnya,” ucap Wabup.

Baca Juga:  Kapolres Ajak Masyarakat Persiapkan Diri Hadapi New Normal dengan Vaksinasi

Lebih jauh dijelaskan, Pemda Kaimana mendapat petunjuk dari pusat untuk segera memasukkan data-data administrasi maupun fisik kewilayahan sebagai persyaratan pembentukan provinsi, karena 3 kabupaten lainnya yakni Fakfak, Wondama dan Bintuni sudah menyerahkan data dimaksud.

“Tiga kabupaten sudah serahkan, Kaimana belum. Ini pasti akan terjadi pro kontra, ada yang suka dan ada yang tidak suka,” ungkapnya sembari menambahkan, Pemda Kaimana akan menyiapkan sekretariat khusus untuk kelancaran kerja tim. |AWI|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Operasi Keselamatan Mansinam Kembali Digelar, Polres Kaimana Tetapkan 7 Target Pelanggaran

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Kepolisian Resor Kaimana kembali menggelar Operasi Keselamatan Mansinam. Pelaksanaan operasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *