Home / Berita Utama / Kaimana KLB Campak, Dinas Kesehatan akan Lakukan Swipping Imunisasi Mulai 27 Juli

Kaimana KLB Campak, Dinas Kesehatan akan Lakukan Swipping Imunisasi Mulai 27 Juli

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM- Kaimana mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak-Rubella. Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel darah ada sebanyak 3 orang dinyatakan postif campak. Jumlah ini dikhawatirkan akan bertambah jika tidak ditangani secara baik.

Memutus mata rantai penyebaran virus, Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana mulai besok 27 Juli hingga 11 Agustus 2023 akan melakukan swipping imunisasi atau Outbreak Response Immunization (ORI) dengan mendatangi rumah warga.

Kepala Seksi Imunisasi dan Surveilans Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Maria Katarina Adopak, S.TrKeb menyampaikan ini, Rabu (26/7/2023).

Dikatakan, untuk mencegah bertambahnya jumlah penderita campak-rubella, pihaknya akan melakukan Outbreak Response Immunization atau swiping imunisasi untuk memastikan anak-anak sudah mendapat imunisasi campak.

Baca Juga:  Dibuka Plt. Bupati Hasbulla, 1629 Pelamar CPNS Kaimana Jalani CAT

Swipping akan dilakukan ke rumah-rumah warga dan jika ada anak yang belum mendapat imunisasi, pelayanan imunisasi akan diberikan di beberapa titik, yakni Puskesmas Kaimana, Balai Pengobatan Misi, Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Klinik Misi dan Pustu Coa.

Dijelaskan, swipping imunisasi campak ini dilakukan dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus campak yang jika tidak ditangani secara baik akan berakibat fatal.

Lebih jauh Ketua IBI Kaimana ini mengingatkan, penyakit campak ini memiliki gejala demam, bintik kemerahan, batuk/pilek dan mata merah. “Apabila anak terserang virus campak dia akan mengalami diare, radang paru, radang otak, kebutaan, gizi buruk, stunting dan kematian,” terang Maria Adopak.

Baca Juga:  Sekda Donald Wakum: Wujudkan Kaimana Sebagai Kabupaten Pangan Aman

Sementara jika rubella menyerang ibu hamil, maka dampak yang akan terjadi adalah keguguran, bayi lahir mati, bayi lahir cacat, kelainan mata, tuli dan anak kerdil/pendek (stunting).

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan dukungan dan bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus campak-rubella di Kabupaten Kaimana dengan membawa anak melakukan imunisasi campak-rubella. |RED|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Pimpin Misa Natal, Pastor Yohanes Ajak Umat Katolik Kaimana Tidak Remehkan Hal Kecil   

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Perayaan misa Natal di Gereja Katolik Paroki Santo Martinus Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *