
PULUHAN warga yang merupakan keluarga dan pendukung pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, Abdul Rahim Furuada-Leonard Erickson Pattinama (ARF-LEP), mendatangi Kantor DPD II Partai Golkar Kabupaten Kaimana.
Mereka mempertanyakan sekaligus meminta penjelasan terkait alasan Partai Golkar tidak memberikan rekomendasi kepada ARF-LEP untuk maju sebagai calon bupati dan wakil bupati menggunakan perahu Golkar pada Pilkada Kaimana 9 Desember 2020, padahal Partai Golkar sendiri telah menerbitkan surat penetapan sementara terhadap ARF-LEP.
Sebaliknya, DPP Golkar malah memberikan dukungan kepada pasangan Fredy Thie-Hasbullah Furuada (FT-HF), yang faktanya sudah mendapat dukungan dari 5 Parpol. Hasbullah Furuada sendiri, diketahui merupakan adik kandung dari bakal calon bupati Abdul Rahim Furuada.
Pantauan media ini, kedatangan kurang lebih 30 orang pendukung ARF-LEP ini diterima Sekretaris Umum Partai Golkar Kaimana, Nus Pattiata, didampingi sejumlah pengurus lainnya. Dihadapan pengurus Golkar Kaimana, para pendukung ARF-LEP menyampaikan kekecewaannya karena Partai Golkar tidak mengakomodir calon pemimpin yang mereka idamkan.
Mereka meminta Partai Golkar Kaimana tidak menandatangani surat apapun pada saat FT-HF mendaftar di KPU, meskipun disisi lain, mereka sendiri akui penolakan Golkar melakukan tandatangan surat apapun tidak mempengaruhi posisi FT-HT yang secara aturan sudah memenuhi syarat pencalonan karena didukung 5 Parpol dengan 8 kursi di DPRD Kaimana.
Menjawab tuntutan ini, Sekretaris DPD Golkar Nus Pattiata, mengatakan, ada regulasi yang berlaku dalam internal Partai Golkar. Ia juga sedikit menjelaskan terkait proses pengusulan nama calon ke DPP, yang awalnya hanya 3 orang yakni ARF, Frans Amerbay dan Melki Waita. Namun ditengah perjalanan, bertambah satu nama yakni Fredy Thie, yang pada akhirnya mendapatkan rekomendasi.
Usai menyampaikan orasi, massa pendukung ARF-LEP akhirnya bubar. Aksi protes puluhan warga ini, mendapat pengawalan ketat dari aparat Kepolisian Resor Kaimana. Selain mengawasi area Kantor DPD II Golkar, aparat juga ikut mengkawal warga yang hendak melakukan aksi protes.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi Kaimana tetap aman terkendali. Tidak ada aksi lanjutan atau gejolak apapun yang timbul usai aksi protes warga di Kantor DPD Golkar. Sebagian besar massa pendukung dan simpatisan Partai Golkar bahkan menerima baik keputusan DPP. Mereka terus menunggu proses lanjutan yang akan dilakukan DPD II Partai Golkar Kaimana. |DAR|TOB|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik