Home / Opini / Kekuatan dan Kelemahan Belajar Di Rumah di Masa Pandemi Virus Corona

Kekuatan dan Kelemahan Belajar Di Rumah di Masa Pandemi Virus Corona

Bagikan Artikel ini:

Oleh: RAFAEL PATTIPEILOHY, S.Pd

Pandemi COVID-19 adalah krisis kesehatan yang pertama dan menglobal ke seluruh dunia. Banyak negara termasuk Pemerintah Indonesia, menyikapi kejadian ini dengan memberlakukan sistim belajar di rumah mulai bulan Maret 2020 untuk menghentikan rantai penyebaran virus corona. Pengalaman belajar di rumah atau “Home Learning menjadi sesuatu yang baru bagi siswa dan mahasiswa.”

Organisasi kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menangkap adanya fakta bahwa pendidikan menjadi salah satu lembaga yang berdampak besar oleh virus corana karena virus cepat sekali menular dari manusia ke manusia dalam tempo dan waktu yang sangat cepat.

Kebijakan pemerintah meliburkan sekolah-sekolah dan perguruan tinggi merupakan satu langka yang bijaksana  dalam mengatasi penyebaran virus corana yang berdampak bagi siswa dan mahasiswa. Selain sekolah dan kampus diliburkan dalam arti libur tanpa kegiatan melainkan kegiatan belajar tetap dilaksanakan dirumah baik secara konvensional maupun belajar daring.

Belajar secara konvensional maupun daring merupakan sesuatu yang baru bagi siswa dimana orang tua berperan sebagai guru dalam membantu anaknya dalam kegiatan belajar. Belajar di rumah dan di sekolah tentu sangat berbeda. Di sekolah anak-anak langsung belajar bersama guru dan fasilitas yang telah tersedia sementara di rumah kondosinya berbeda karena orang tua berperan sebagi guru serta fasilitas belajar yang terbatas sehingga dampak atau manfaatnya kurang dirasakan oleh siswa ketika belajar dirumah.

Baca Juga:  Pemilu Serentak 2024 dan Peran Lembaga Pengawas

Adapun kegiatan belajar di rumah selama pandemi Virus Corona dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti belajar daring, guru kunjung, dan pemberian tugas. Tentu strategi dan cara pembelajaran yang dilakukan mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Misalnya, belajar daring tidak semua orang tua dan anak-anak dapat belajar mengunakan internet dikarenakan penyediaan akses internet, serta pengetahuan tentang bagaimana mengoperasikan belajar daring kemudian memerlukan biaya untuk pembelian pulsa, jaringan internet yang sering lelet, guru kunjung merupakan strategi yang diupayakan guru untuk melakukan kegiatan belajar dari rumah ke rumah kepada siswa yang ada di kelasnya untuk memberikan pelajaran kepada siswanya namun metode guru kunjung ini belum juga memberi dampak yang signifikan karena jarak dan waktu serta biaya juga sangat dibutuhkan.

Pemberian tugas belajar kepada siswa di rumah  dapat dilakukan secara online maupun secara konvensional juga mengalami kendala kerena tugas yang diberikan guru tidak terukur dan tidak maksimal sehingga hasilnya belum bermanfaat lansung kepada prestasi anak.

Dari strategi pembelajaran diatas menunjukan bahwa belajar dirumah di masa pandemi Virus Corona tentu mempunyai kekuatan dan kelemahan seperti berikut:

  • Kekutan
  1. Orang tua lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran dirumah.
  2. Anak semakin mandiri dalam proses pembelajaran baik daring, pemberian tugas, dan guru kunjung.
  3. Anak dan orang tua terlibat langsung menggunakan  alat–alat komunikasi.
  • Kelemahan
  1.  Anak yang tidak mempunyai  Handphone (Hp) Android.
  2. Tidak tersedia jaringan internet yang merata di setiap rumah siswa
  3. Listrik yang sering padam.
  4. Tidak mempunyai uang untuk membeli pulsa data (internet).
  5. Anak dan orang tua belum mengerti  dengan betul belajar sacara daring.
  6. Tugas yang diberikan guru tanpa penjelasan membuat anak stress.
  7. Guru kunjung juga belum efektif karena terkendala waktu, biaya dan tenaga.
Baca Juga:  Pembelajaran Matematika Saat Pandemi Covid-19 di Kabupaten Kaimana

Apa yang penulis tuliskan diatas merupakan sebuah fenomena baru yang sementara terjadi di berbagai dunia dan dampaknya juga dirasakan oleh guru, siswa dan orang tua di Kabupaten Kaimana dimana pembelajaran kepada siswa tidak efektif dan efisien karena peran guru banyak diambil orang tua untuk melaksanakan pembelajaran di rumah karena adanya virus corona.

Terakhir  penulis sangat mengharapkan VIRUS CORONA-19  ini segera berlalu dan kiranya ada koordinasi yang baik mulai dari kementerian pendidikan, Gubernur, Bupati, Instansi terkait, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, orang tua, guru, dan semua komponen yang ada di sekolah agar kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat dilaksanakan dengan baik sehingga ada interaksi lansung antara guru dan siswa, dan proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan baik.

Penulis adalah Guru SD Negeri 1 Kaimana dan Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan (MMP) Universitas Cenderawasih, Jayapura, Papua.


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Pemilu Serentak 2024 dan Peran Lembaga Pengawas

Bagikan Artikel ini: Oleh : Klara Isabela Wisang PEMILIHAN Umum atau yang disingkat Pemilu merupakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *