
PERISTIWA naas menimpa kapal ikan KM Sinar Intan 02 yang melakukan pelayaran dari pelabuhan asal Pomako Kabupaten Mimika menuju Kabupaten Sarmi, Minggu (20/12/2020).
Kapal berbobot 5 GT dengan 6 ABK termasuk nahkoda ini, dikabarkan tenggelam di perairan dekat Kampung Nusaulan Distrik Buruway. Dari peristiwa ini, 5 ABK dikabarkan selamat setelah berenang sejauh 4 mil menuju daratan.
Sementara nahkoda Ekayadi (35) hilang dan hingga berita ini diturunkan masih dilakukan pencarian oleh tim SAR Kaimana.
5 ABK selamat dimaksud adalah Jenuri (35), Arif (19), Imran Sam (29), Agus (37) dan Syamsudin (47). Keseluruhannya merupakan warga yang berdomisili di Pomako, Kabupaten Mimika.
Koordinator Pos SAR Kaimana, Glen Ayomi yang dikonfirmasi terkait upaya pencarian menjelaskan, pencarian telah dilakukan selama tiga hari berturut-turut.
Namun dari upaya pencarian dimaksud, belum ada titik terang terkait keberadaan nahkoda. Selama proses pencarian, tim SAR juga selalu dihadapkan pada persoalan cuaca buruk yang menyebabkan jarak pandang terbatas.

Dijelaskan, peristiwa tenggelamnya kapal pencari ikan ini terjadi pada Minggu (20/12/2020). Namun informasi tenggelamnya kapal ini baru diketahui pada Rabu (23/12/2020) dari ABK yang selamat, yang dihantar warga Nusaulan ke Kota Kaimana.
KM Sinar Intan 02 ini menurut keterangan ABK, bertolak dari pelabuhan Pomako pada Sabtu (19/12/2020) sekitar Pukul 08.00 WIT dengan tujuan Sarmi. Pada Minggu (20/12/2020) sekitar Pukul 22.00 WIT, kapal tiba di perairan sekitar kampung Nusaulan Distrik Buruway.
Saat berada di perairan Nusaulan, terjadi kerusakan pada badan kapal, dimana salah satu papan pada lambung kiri kapal terlepas akibat hantaman ombak sehingga air masuk ke badan kapal.
Sementara mesin pompa air (alkon) gagal memompa air keluar dari badan kapal sehingga mengakibatkan tenggelam.
Untuk menyelamatkan diri, Nahkoda bersama ABK mencoba berenang ke arah daratan menggunakan pelampung. Namun hanya ABK yang sampai daratan, sementara nahkoda tidak diketahui keberadaannya.
ABK selamat ini tiba di daratan pada Senin (21/12/2020) sekitar Pukul 04.00 WIT. Mereka kemudian berjalan menuju Kampung Nusaulan untuk meminta bantuan warga kampung. Selanjutnya atas inisiatif bersama, mereka melakukan pencarian terhadap nahkoda namun tidak berhasil.
Setelah berupaya melakukan pencarian, Rabu (23/12/2020), masyarakat Nusaulan menghantar korban selamat menuju Kota Kaimana dan melaporkan peristiwa tersebut kepada aparat.
Hari ini, Minggu 927/12/2020) menurut rencana pencarian akan dilanjutkan, dengan jumlah personil 4 dari Basarnas dan 2 dari Pos Angkatan Laut Kaimana. Lokasi pencarian sampai mendekati perairan perbatasan Fakfak-Kaimana.
Pada pencarian sebelumnya, tim SAR sempat berteduh di Pulau Tiga dan Tanjung Kumawa karena ombak kencang dan jarak pandang yang terbatas akibat cuaca buruk. |TOB|KN1|



































KAIMANA NEWS Media Informasi Publik