
KAIMANANEWS.COM- Masyarakat Kaimana saat ini dihadapkan pada masalah sulitnya mendapatkan minyak tanah. Bahan bakar minyak yang satu ini dibutuhkan karena dinilai lebih efektif dan sudah sangat familiar dalam mengatasi masalah dapur rumah tangga dibanding menggunakan konfor gas elpiji.
Terkait masalah ini, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Kaimana berencana akan mengadakan pertemuan dengan pihak Pertamina, agen, pengelola pangkalan dan juga Satgas Pangan bentukan Polri.
Kepala Dinas Perindagkop UKM, Agustinus Janoma, SE,MM menyampaikan ini, Selasa (20/9/2022). Dikatakan, pertemuan dengan pihak terkait direncanakan berlangsung Rabu 21 September di Kantor Bupati Kaimana.

Pertemuan terang dia, digelar untuk mencari solusi terhadap banyaknya keluhan masyarakat tentang sulitnya mendapatkan minyak tanah, sekaligus menangkal isu yang berkembang di media sosial tentang kelangkaan minyak tanah.
“Kita akan lakukan pertemuan bersama Pertamina dan pihak lainnya untuk menanyakan apakah distribusi dari Pertamina ke agen, ke pangkalan hingga pada masyarakat sudah benar sesuai mekanisme atau tidak. Ini yang nanti akan kita tanyakan pada mereka,” ujarnya.
Ia berharap agar penyaluran minyak tanah kepada masyarakat tepat sasaran dan disesuaikan dengan kebutuhan. Kekosongan minyak tanah di pangkalan tidak boleh lagi terjadi.
“Kita selalu berikan rekomendasi sesuai rincian yang dibutuhkan. Jika dibutuhkan 50 liter ya kita berikan rekomendasi sesuai jumlah itu. Kami berharap supaya tidak boleh terjadi kekosongan stok disetiap pangkalan,” tegasnya.
Kedepan Dinas Perindagkop akan bersama-sama Satgas Pangan dari Polres Kaimana untuk melakukan pengawasan rutin terhadap penyaluran minyak tanah. Pengawasan juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya tindakan nakal oknum tertentu yang sengaja melakukan penimbunan minyak tanah. |FSJ|TOB|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik