
KAIMANANEWS.COM – Beberapa hari belakangan, sejumlah siswa di sekolah yang sudah tersentuh layanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya mendapatkan produk instan olahan pabrik berupa biskuit, susu, energen dan lainnya.
Bahkan sekolah yang baru pertama kali tersentuh program MBG pun demikian. Siswa langsung mendapatkan MBG berupa produk instan olahan pabrik ditambah buah.
Terkait hal ini, Dandim 1804 Kaimana, Letkol Arm Debi Irawan, S.I.P.,M.P.A selaku penanggungjawab program BGM Wilayah Kaimana mengatakan, perubahan menu MBG dilakukan sesuai dengan petunjuk pusat, dalam hal ini Badan Gizi Nasional. Menu berupa produk instan ini hanya berlaku selama bulan puasa.

“Itu sesuai dengan petunjuk dari pusat yakni Badan Gizi Nasional, bahwasannya pada bulan puasa ini menu diubah menjadi paket yang bisa dimakan sampai sore bahkan malam karena dibagikan pada saat pagi. Tapi untuk yang non muslim bisa dimakan saat itu juga, sedangkan yang muslim bisa dibawa pulang,” terang Dandim usai menghadiri pembukaan kegiatan Gerakan Pangan Murah di Halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kamis (20/3/2025).
Dandim juga menjelaskan, menu yang boleh diubah dalam program MBG selama bulan puasa adalah nasi dan lauk pauk, sedangkan buah dan susu tetap disediakan.
“Yang diubah adalah nasi sama sayur, untuk buah sama susu tetap. Susu bisa dalam bentuk cair, bisa juga dalam bentuk bubuk. Untuk nasi sama sayur kita gantikan dengan biskuit. Ini hanya berlaku selama bulan puasa. Kalau sudah selesai ya kembali seperti semula yakni empat sehat lima sempurna, terdiri dari nasi, sayur, lauk, buah dan susu untuk dimakan di sekolah,” ungkap Dandim.

Ditambahkan, terhitung tanggal 17 Maret 2025, ada peningkatan jumlah pelajar Kaimana penerima MBG menjadi 9.444 anak yang tersebar pada 34 sekolah dalam wilayah Kota Kaimana dan sekitarnya.
Terhitung tanggal 17 Maret kemarin, kita ada peningkatan untuk jumlah pelajar yang dilayani program MBG menjadi 9.444 pelajar. Kalau awalnya dulu 20 sekolah sekarang sudah 34 sekolah. Jadi kita sudah meningkat jumlah pelajar yang dilayani, yang awalnya itu cuma 1 dapur sekarang sudah 3 dapur, dengan tiga mitra yakni Samudera Mart, Amarisa dan Senja Mart,” ungkapnya.
Sedangkan untuk sekolah yang berada di kampung-kampung lanjut Dandim, saat ini pihaknya sedang melakukan kajian terkait proses yang harus dijalani. “Untuk sekolah di kampung-kampung sedang dirancang, karena kita semakin ke belakang semakin bertambah. Harapannya, sesuai dengan petunjuk presiden bahwasannya tahun ini sudah terlayani semua,” pungkasnya. |isw|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik