Home / Berita Utama / Miris, Murid SDI Wosokuno Belajar di Lantai, Pengawas dari Dinas Tidak Pernah Berkunjung

Miris, Murid SDI Wosokuno Belajar di Lantai, Pengawas dari Dinas Tidak Pernah Berkunjung

Bagikan Artikel ini:

Muara Napuri

KABAR tak sedap datang dari SD Inpres Yapima/Wosokuno, Distrik Yamor. Sudah lama murid di sekolah tersebut menjalankan aktivitas belajar tanpa meja dan bangku, bahkan papan tulis pun sudah rusak.

Hal ini disampaikan langsung oleh salah satu guru pernah mengajar di SD Inpres Yapima/Wusukuno, Boni Kawa saat bertemu wartawan di Halaman Kantor DPRD Kaimana, Rabu (10/3/2021) lalu.

Boni yang selama 5 tahun mengajar di sekolah tersebut menuturkan, untuk kelancaran proses belajar mengajar selama sekolah masih aktif, siswa terpaksa duduk di lantai karena tidak ada meja dan bangku belajar.

Jumlah murid di SD Yapima menurut Boni, mencapai 42 orang. Jumlah ini cukup banyak untuk ukuran sekolah di daerah pedalaman. Sementara tenaga pengajar berjumlah 4 orang, yang terdiri dari 2 guru kontrak dan 2 ASN.

Baca Juga:  Tanggap Darurat di PB Diperpanjang, Pemda Kaimana Belum Bisa Jawab Surat PT. Pelni

“SD Inpres Yapima tidak ada mebeler dan papan tulis untuk kegiatan belajar mengajar, sehingga anak-anak terpaksa duduk di lantai saja. Bahkan bangunan yang biasanya kami pakai untuk belajar juga sudah mulai rusak dan miring. Supaya lebih aman kadang kami belajar di luar ruangan. Memang ada gedung sekolah baru, hanya saja fasilitas pendukungnya tidak ada,” keluh Boni.

Ia juga menuturkan, akibat letak sekolah yang terlampau jauh dan sulit dijangkau, pengawas dari Dinas Pendidikan tidak pernah berkunjung untuk memantau aktivitas belajar mengajar maupun melihat kondisi sekolah.

“Untuk bisa sampai ke lokasi SD Inpres Yapima, Wusukuno memang butuh waktu kurang lebih 5 sampai 6 jam dengan jarak tempuh kurang lebih 14 kilometer dari Muara Napuri. Dengan jarak tempuh yang cukup jauh tersebut, pengawas dari Dinas Pendidikan tak pernah sampai disana,” terangnya.

Baca Juga:  Pembangunan Jalan Lobo-Werua Terbengkalai, Bupati: Dinas PUPR Harus Dipelototi Setiap Menit

Boni yang kini telah dipindahtugaskan ke SD Inpres Paparo ini berharap, Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga agar lebih serius memperhatikan sekolah-sekolah yang ada di wilayah terpencil.

Salah satu permasalahan yang dihadapi sekolah-sekolah di pedalaman lanjut Boni, adalah kesulitan sarana transportasi yang bisa digunakan menuju tempat tugas.

“Kita sudah sewa longboat, tanggung BBM lagi sementara kami hanya dapat gaji dan TPP saja. TPP juga disamaratakan dengan pegawai yang bertugas di wilayah kota. Biaya untuk sampai di Wosokuno itu kurang lebih 6 sampai 8 juta belum lagi Bama (bahan makanan),” ungkapnya. |DAR|KN1|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Pimpin Misa Natal, Pastor Yohanes Ajak Umat Katolik Kaimana Tidak Remehkan Hal Kecil   

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Perayaan misa Natal di Gereja Katolik Paroki Santo Martinus Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *