
MULAI Senin (1/3/2021), Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kaimana akan menghentikan penjualan premium dan biosolar. Kedua produk ini akan digantikan dengan BBM jenis Pertalite dan Dexlite.
Penggantian produk BBM ini dilakukan mengacu pada instruksi pemerintah pusat melalui menelurkan kebijakan ‘Langit Biru’ untuk menggantikan BBM yang umumnya bersifat mencemari lingkungan.
Manager SPBU Kaimana, Taufik Hamid menyampaikan ini saat dikonfirmasi terkait rencana penggantian BBM premium dan biosolar dengan pertalite dan dexlite.
Menurut Taufik, dua produk BBM ini pertalite dan dexlite sesungguhnya sudah lama digunakan oleh konsumen diluar Kaimana. Dua produk ini merupakan produk non subsidi sehingga selain ramah lingkungan, juga bisa mempermudah semua kegiatan masyarakat karena kurangnya antrian di SPBU.
“Pergantian BBM ini kita berpatokan pada instruksi pemerintah pusat melalui program langit biru. Langit biru itu maksudnya menggantikan minyak yang umumnya bersifat mencemari lingkungan dengan minyak yang lebih ramah lingkungan. Memang di Papua Barat ini baru dicanangkan di Kabupaten Manokwari. Tetapi alangkah eloknya Kaimana juga menyiapkan diri lebih awal untuk memperkenalkan produk yang lebih ramah lingkungan ini,” ujarnya, Jumat (26/2/2021).

Disisi lain Taufik juga jelaskan, premium sendiri masih tetap ada, namun hanya dilayani di tingkat APMS (Agen Premium dan Solar) karena permium merupakan BBM bersubsidi sehingga jumlahnya dibatasi dan proses pembeliannya pun harus menggunakan rekomendasi.
“Secara umum premium ini tidak dihilangkan, ada beberapa APMS menjualnya. Tetapi kenapa SPBU mengambil langkah untuk mengganti premium dengan pertalite, tujuannya hanya untuk kenyamanan masyarakat supaya tiap hari tidak lagi melihat antrian panjang karena menunggu premium. Kalau pertalite dan dexlite ini kan non subsidi jadi kita bisa jual bebas, dalam artian kendaraan tidak perlu antri lagi karena BBM ini tidak dibatasi,” ungkapnya.
Untuk kelancaran pelayanan, Taufik jelaskan, pihak SPBU telah menyiapkan semua sarana prasana yang dibutuhkan agar pengisian BBM selain premium dan biosolar berjalan lancar.
“Kita sudah persiapkan semua untuk pelayanan per 1 Maret. Kaimana menyiapkan diri lebih awal supaya ketika nanti jalan masyarakat tidak kaget lagi. Tidak ada maksud lain dibalik ini, tapi ini instruksi pemerintah pusat dan kita punya itikad baik untuk menjalankannya,” pungkasnya. |RED|KN1|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik