
DEWAN Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kaimana sudah mengantongi dua nama bakal calon (Balon) Bupati dengan rangking terbaik yang bakal menduduki kursi Bupati Kaimana setelah Matias Mairuma. Pengusungan calon oleh PDIP akan mengacu pada dinamika perkembangan Perdasus.
Hal ini disampaikan sendiri oleh Bupati Matias Mairuma yang juga selaku Ketua DPC PDIP Kaimana ketika dikonfirmasi terkait siapa bakal calon Bupati Kaimana yang disiapkan PDIP untuk periode mendatang.
“Saya ada punya dua orang dengan rangking tinggi, suatu ketika nanti akan saya sampaikan. Saya tidak ikuti media sosial, tetapi di masyarakat, ya ada bunyi-bunyi juga,” ungkapnya usai penandatanganan MoU KUA PPAS APBD Perubahan Tahun 2019 dengan DPRD, Senin (26/8/2019).
Dikatakan, persyaratan untuk menjadi kepala daerah tidak hanya sekedar memiliki elektabilitas, tetapi juga bagaimana kinerja dan kemampuannya dalam mendesain program strategis dan membaca permasalahan yang terjadi disekitar.
“Salah satu persyaratan kepala daerah ini kan tidak hanya sekedar elektabilitasi tetapi juga harus pandai melihat situasi. Dia populer tapi tidak bisa mendesain program strategis, membaca permasalahan yang ada kan sayang juga. Partai pasti disoroti karena mendorong orang yang elektabilitasnya bagus tetapi kinerjanya tidak bagus. Bagaimana antara elektabilitas dengan kinerja berjalan seirama, ini yang menjadi pertimbangan kami,” ujar Mairuma.
Disisi lain Bupati Mairuma juga tegaskan, dalam mengusung calon kepala daerah, PDIP akan tetap mengikuti dinamika perkembangan yang terjadi saat ini, dimana ada beberapa opsi yang disiapkan partai jika keharusan mencalonkan Orang Asli Papua (OAP) berlaku juga di tingkat kabupaten/kota.
“Melihat dinamika yang sementara ini berjalan, kami menyiapkan beberapa opsi. Kalau Perdasus terkait kepala daerah harus orang asli Papua bukan hanya di provinsi tetapi juga di kabupaten, berarti kami jalan dengan opsi berikut. Opsi pertama itu memilih orang yang bisa diterima baik di masyarakat yang nota bene merupakan calon pemilih. Opsi berikut, menyiapkan orang yang punya elektabilitas baik dan diterima di kota yang mayoritas bukan orang asli dan kampung yang 100 persen orang asli. Bagaimana mengkolaborasi antara 2 kutub ini,” ungkapnya.
Disinggung apakah sudah ada partai yang melakukan pendekatan untuk berkoalisi, Mairuma jelaskan, PDIP pastinya akan berkoalisi dan sudah ada beberapa partai yang melakukan pendekatan. Partai dimaksud jelas dia, memiliki visi yang sama dengan PDIP.
“Ini karena masih ada persoalan terkait rasisme, nanti setelah ini kita dengan beberapa partai akan bertemu untuk diskusi dan sharing, siapa tahu hasilnya bisa mengerucut kepada siapa yang layak,” pungkasnya. |RJO|KNT|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik