
KAIMANANEWS.COM- Rapat koordinasi lintas sektor bersama stakeholder Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kaimana dalam rangka optimalisasi kapal tol laut tahun 2022 digelar, Kamis (24/3/2022).
Rapat yang digelar di Aula Kantor UPP Kaimana ini dihadiri Kepala UPP Kaimana Hardi Sugianto, Kepala Cabang PT. Pelni Surahman, Plh. Kepala Dinas Perindagkop Anita Ema Bwefar, Kepala DPMPTSP Kaimana Siti Rahma Iribaram, Kajari Kaimana diwakili Kasi Intelijen Adhi Satyo Wicaksono, perwakilan Polres Kaimana dan lainnya.
Kepala UPP Kaimana, Hardi Sugianto mengawali rapat koordinasi mengatakan, dengan terbitnya Perpres Nomor 27 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan kewajiban pelayanan publik untuk angkutan barang dari dan keluar daerah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan (3TP) maka kita semua mendapat amanat untuk mensukseskan program tol laut barang sesuai dengan peran kita masing-masing.
Dengan adanya kapal tol laut yang menyinggahi Pelabuhan Kaimana lanjutnya, diharapkan dapat mengurangi disparitas harga di semua daerah-daerah yang dulunya tidak terjangkau, tapi melalui tol laut semua kebutuhan pokok masyarakat dapat terdistribusi dengan baik hingga ke daerah terpencil, tertinggal, terluar dan perbatasan.
Untuk kelancaran program tol laut ini lanjut Hardi, dibutuhkan dukungan dan kerjasama dari Pemerintah Daerah agar kapal tol laut dapat benar-benar berfungsi secara efektif, tidak hanya mengangkut barang dari luar, tetapi juga sekembalinya dari Kaimana bisa membawa komoditas milik masyarakat.

“Dukungan kerjasama Pemerintah Daerah melalui Disperindagkop untuk mengoptimalkan fungsi tol laut sangat penting, terutama bagaimana menyediakan muatan balik. Apa saja komoditi unggulan masyarakat kita di Kaimana ini diharapkan bisa diangkut keluar menggunakan angkutan tol laut,” ujar Hardi.
Senada, Kepala Cabang PT. Pelni, Surahman juga berharap, agar kapal tol laut KM Logistik Nusantara I yang nanti masuk ke Kaimana benar-benar membawa manfaat bagi kesejahteraan hidup masyarakat Kaimana. Masyarakat bisa memanfaatkan jasa kapal tol laut untuk memasok barang tetapi juga mengangkut hasil komoditas ke pasar luar daerah.
Namun untuk kelancaran pengangkutan barang atau hasil komoditas, ia meminta Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindagkop memberi dukungan agar kapal tidak kembali dalam keadaan kosong. Namun untuk melakukan pemuatan, perlu berkoordinasi dengan pihak Pelni selaku koordinator, mengingat kapasitas pemuatan dalam kapal memiliki batasan tertentu sehingga perlu dilakukan pencocokan.
“Kalau ada pemuatan balik tolong dikoordinasikan dengan kami selaku koordinator karena kita harus mencocokan dengan kapasitas muatan diatas kapal. Misalnya muatan dingin, karena kapasitas listriknya itu beda dengan di darat jadi kita harus cocokan jangan sampai sudah di pelabuhan lantas tidak dimuat. Jadi saran kami sebelum muat harus koordinasi karena kapasitas kapal ini mungkin muat 300 container tetapi untuk layani beberapa pelabuhan,” ungkapnya.
Menanggapi hal ini, Plh. Kepala Dinas Perindagkop Anita Bwefar mengatakan, koordinasi terkait angkutan tol laut sudah berjalan baik selama ini. Dinas Perindagkop sendiri bahkan memiliki data khusus terkait distributor barang yang biasa menggunakan jasa tol laut mengangkut dari dan keluar Kaimana.
“Kami berharap kerjasama yang sudah terjalin baik selama ini berkaitan dengan jasa tol laut dapat terus berjalan. Kami juga memiliki data terkait distributor yang biasa memanfaatkan jasa tol laut. Apabila Pelni membutuhkan, data dimaksud akan kami berikan,” imbuhnya. |RED|KN1|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik