
KAIMANANEWS.COM- Bupati Kaimana, Freddy Thie ketika hadir membuka Musrenbang Distrik Buruway di Kampung Edor, Senin (14/3/2022), meminta masyarakat di semua kampung yang tersentuh program Rp.4 M agar mencontohi masyarakat Kampung Muri/Ure, Distrik Yamor.
Masyarakat di kampung Muri ini meskipun hidup di daerah terpencil, jauh dari ibukota kabupaten, namun memiliki pemikiran yang cerdas terkait program perumahan Rp.4 Miliar yang diturunkan Pemerintah Daerah.
Melalui program Rp.4 M, mereka ingin memiliki rumah baru berdinding tembok dan berlantai tegel (keramik), dengan turut berpartisipasi menyediakan batu dan pasir secara swadaya tanpa meminta bayaran.

“Saya mau seperti di Kampung Muri. Begitu program 4 M masuk, mereka bilang ke kepala dinas untuk tolong sampaikan ke Bupati bahwa kami tidak mau rumah papan lagi, kami mau rumah permanen. Saya kemudian panggil Inspektorat, BPKAD dan Dinas terkait untuk diskusi karena di program itu sebutnya rehab rumah. Dari diskusi itu lahirlah keputusan boleh bangun baru, tapi lantai flur saja, pintu tripleks dan jendela kaca loper. Kepala desa belum puas katanya kita mau pasang tegel. Kita katakan kalau minta pasang tegel berarti pasir dan batu gratis supaya kompensasinya itu di tegel. Mereka katakan siap,” cerita Bupati dihadapan masyarakat Buruway.
Bupati mengatakan, jika semua masyarakat memiliki cara berpikir seperti ini maka program perumahan Rp.4 M ini akan berjalan lancar. “Saya berharap masyarakat Buruway dan semua kampung juga bisa terlibat secara langsung. Mungkin ada yang punya kayu sendiri supaya pintu yang tadinya tripleks bisa bikin pintu panel,” ujar Bupati mencontohkan.
Bupati menyampaikan ini lantaran adanya kebiasaan masyarakat yang ketika program pemerintah turun ke kampung langsung menaikan harga bahan material lokal, padahal program tersebut untuk kepentingan masyarakat sendiri.
“Saya berharap masyarakat bisa berpartisipasi. Jangan ketika proyek ini masuk harga bahan lokal pasir, batu itu bapak-ibu kasih naik tinggi-tinggi. Biaya bongkar satu pokpok juga, saya dapat informasi, ada yang 20 sampai 30 juta. Program ini kan untuk kepentingan bapak-ibu. Kalau harga pasir batu begitu besar akan berdampak dalam hal penyelesaian rumah. Saya ajak bapak-ibu contohi masyarakat Muri, kampung ini terpencil tapi saya boleh katakan kampung ini lebih maju, lebih bersih dan lebih indah juga cerdas orangnya,” ungkap Bupati. |RED|KN1|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik