


KAIMANANEWS.COM- Untuk memperpendek rentang kendali pengawasan pada satuan pendidikan, Tahun 2022 Pemerintah Kabupaten Kaimana akan melakukan pemetaan layanan pendidikan pada 6 distrik dengan koordinator wilayah masing-masing.
Hal ini disampaikan Bupati Kaimana, Freddy Thie ketika melantik dan mengambil sumpah/janji ratusan Kepala Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Dasar, Taman Kanak-Kanak dan Pengawas, Rabu (22/12/2021) lalu.
Bupati jelaskan, untuk mempercepat tercapainya visi misi di bidang pendidikan, pihaknya sudah mencanangkan beberapa program prioritas, diantaranya; gratis wajib belajar. Program ini bertujuan untuk menciptakan pendidikan yang gratis seutuhnya di Kaimana sehingga dapat meringankan beban orangtua.
“Maksud gratis disini tidak hanya terbatas pada biaya personil siswa pada satuan pendidikan, namun meliputi gratis biaya transportasi siswa dan gratis pakaian seragam bagi siswa baru,” terang Bupati.
Selain pendidikan gratis, Pemerintah Kabupaten Kaimana juga memprogramkan pendirian perguruan tinggi. Perguruan Tinggi yang dimaksud tegas Bupati, bukan yang langsung dikelola oleh Pemerintah Daerah, namun dalam bentuk dukungan kepada pihak ketiga yang mendirikan perguruan tinggi, termasuk mendorong tumbuh kembangnya Perguruan Tinggi yang sudah ada di Kabupaten Kaimana.

“Dukungan yang diberikan Pemda berupa dana dan fasilitas lainnya. Selain itu, Pemda juga sedang menjajaki kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi terkait pengiriman siswa-siswi Kaimana pada jurusan yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi daerah,” ujar Bupati.
Program prioritas lainnya yang juga dicanangkan adalah pengembangan kurikulum muatan lokal, berbasis budaya dan nilai-nilai kearifan lokal. Menurut Bupati, kurikulum ini akan diimplementasikan pada satuan pendidikan mulai tahun 2023.
Melalui kurikulum muatan lokal ini lanjut Bupati, diharapkan generasi muda Kaimana dapat mempertahankan identitasnya dan mengenal lebih jauh tentang seni budaya dan nilai-nilai kearifan lokal di Kaimana.
“Di tahun 2026, saya menargetkan indikator angka partisipasi murid untuk pendidikan dasar di Kaimana mencapai 100%, harapan lama sekolah 13,06 tahun, rata-rata lama sekolah 9,25 tahun. Terkait kurikulum muatan lokal, pada tahun 2026 ditargetkan 37% sekolah telah mengimplementasikan mulok berbasis budaya dan kearifan lokal Kaimana,” bebernya.
Bupati tegaskan, pencapaian target-target ini merupakan tanggungjawab bersama, terlebih khusus pengawas dan kepala sekolah sebagai garda terdepan dalam penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Kaimana. “Target ini janganlah dijadikan beban, namun harus menjadi pemacu dalam memaksimalkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” tutup Bupati. |RED|KN1|




















KAIMANA NEWS Media Informasi Publik