
KAIMANANEWS.COM- Tim dari Unit Penyelenggara Bandar Udara Utarom Kaimana bersama Enginering Consultants PT. Multi Konsultindo Mandiri bertemu Pemerintah Daerah, Selasa (18/10/2022).
Kedatangan tim yang terdiri dari Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Utarom Kaimana, Drajat Perwirajati dan jajarannya, serta tenaga ahli penyusun masterplan Andre Predana, Hasri Nirmali dan lainnya bertujuan melakukan Studi Review Masterplan Rencana Induk Pengembangan Bandara Utarom Kaimana.
Tim disambut Bupati Kaimana, Freddy Thie didampingi Kepala Dinas Perhubungan juga selaku Plt. Asisten III Setda Kaimana, Daniel Irto Batto, Kepala Dinas PUPR Viktor Klau, Sekretaris Bappeda Litbang Kaimana, Sofyan Akbar Inan, Kepala Badan Pertanahan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan lainnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Kaimana, Bupati Freddy Thie menyampaikan terima kasih kepada tim yang sudah mempersiapkan masterplan pengembangan bandara Utarum Kaimana.
“Puji Tuhan tim masterplan bisa datang untuk mempresentasikan masterplan Bandara Utarom Kaimana sehingga pemerintah daerah dan juga masyarakat bisa tahu aspek apa saja yang menjadi pertimbangan dalam rencana pengembangan bandara,” ujarnya.
Bupati berharap, rencana pengembangan Bandara Utarom Kaimana ini disusun untuk kebutuhan 20 hingga 30 tahun kedepan. Hal ini penting agar keberadaan bandara nantinya sejalan dengan perkembangan Kaimana sebagai kabupaten, serta pertimbangan bahwa kebutuhan masyarakat Kaimana akan jasa transportasi udara kedepannya diperkirakan akan terus mengalami peningkatan.
Selain itu, Bupati Freddy juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kaimana saat ini tengah berupaya menjadikan Kaimana sebagai kota wisata. Oleh karenanya dengan adanya aksesibilitas melalui pengembangan bandar udara dimaksud lanjutnya, diharapkan bisa membantu meningkatkan kunjungan wisata.

Bupati juga berharap agar status Bandara Kaimana dapat ditingkatkan dari kelas III ke kelas IV. “Kalau kelas 3 itu hanya untuk pesawat ATR 720, tetapi kalau nanti naik kelas sudah tentu pesawat berbadan lebar seperti Airbus 320 juga bisa masuk Kaimana,” ujarnya.
Seirama dengan Bupati Kaimana, Sekretaris Bappeda-Litbang Sofyan Inan dan lainnya juga mengusulkan agar pengembangan Bandara Utarom Kaimana perlu mempertimbangkan perkembangan Kaimana di masa yang akan datang. Bahwa pada masa yang akan datang masyarakat akan cenderung memilih sarana transportasi yang cepat dan efektif untuk kebutuhannya.
Disebutkan pula bahwa Bandara Kaimana merupakan salah satu bandara yang keberadaannya diperhitungkan, karena selain letaknya yang strategis, juga sangat dimungkinkan untuk dijadikan bandara penghubung terutama untuk daerah di wilayah Bomberay.
Saran dan masukan yang disampaikan Pemerintah Daerah sejalan dengan alternatif kedua pengembangan Bandara Utarom Kaimana yang terdapat dalam dokumen masterplan yang disiapkan tim.
Penyusunan dokumen oleh tim dilakukan setelah beberapa waktu lalu melakukan proses survey, baik terkait lokasi maupun syarat lainnya yang diperlukan dalam penyusunan masterplan. Setelah bertemu Pemerintah Daerah, dokumen ini nantinya akan direvisi untuk disesuaikan dengan usul saran dan kebutuhan daerah.
Adapun alternatif kedua masterplan pengembangan Bandara Utarom yang disampaikan Ketua Tim Andre Predana adalah; membutuhkan tambahan lahan dan pembebasan lahan, serta perlu melakukan reklamasi pantai. Tambahan lahan untuk pengembangan bandara alternatif kedua adalah seluas 3,449 hektar.
Sedangkan alternatif pertama, hanya perlu melakukan tindakan optimalisasi lahan eksisting, namun kondisi bandara untuk beberapa tahun kedepan akan tetap sama dan sulit menyesuaikan diri dengan perkembangan Kaimana karena masterplan rencana induk yang dibuat ini akan menjadi dasar dalam melakukan pembenahan bandara beberapa tahun kedepan. |RED|KN1|

KAIMANA NEWS Media Informasi Publik