Home / Berita Utama / Total Kasus HIV-AIDS di Kaimana 852, Tahun 2025 Ditemukan 132 Kasus Baru

Total Kasus HIV-AIDS di Kaimana 852, Tahun 2025 Ditemukan 132 Kasus Baru

Bagikan Artikel ini:

KAIMANANEWS.COM – Secara kumulatif jumlah ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) di Kabupaten Kaimana hingga saat ini mencapai 852 orang. Jumlah ini dihitung dari dimulainya layanan pemeriksaan HIV-AIDS sejak tahun 2018 hingga tahun 2025.

Tahun 2025, kasus HIV bertambah sebanyak 132 orang. Dari total 852 diatas, yang meninggal dunia sebanyak 126 orang, rujukan keluar sebanyak 6 orang, sehingga sisa yang ada di Kaimana hingga saat ini sebanyak 718 orang.

Kepala Bidang Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Jubair Rumakat, SKM., M.M saat dikonfirmasi, Senin (26/1/2026) mengatakan, jumlah tersebut diatas, sebagian sedang menjalani pengobatan, sebagian lagi enggan berobat.

Jubair secara rinci menyebut, berdasarkan jenis pekerjaan, tambahan kasus HIV pada tahun 2025 yang berjumlah 132 orang terbanyak disumbangkan oleh kelompok masyarakat yang tidak bekerja sebanyak 76 orang, menyusul ibu rumah tangga 10 orang, pelajar 4 orang, PNS 4 orang, buruh kasar 2, karyawan swasta 3 orang, petani 3 orang, tenaga profesional medis 1 orang, dan lain-lain sebanyak 29 orang.

Sementara berdasarkan jenis kelamin, jumlah ODHA laki-laki sebanyak 60 orang dan perempuan 64 orang. “Kita di tahun 2024 itu yang dites 6.764, kasus positifnya 170 orang. Tahun 2025 yang dites 1.079, yang positif 132. Jadi jumlah kasus positif kumulatif dari mulai layanan tahun 2018 sampai sekarang itu tercatat sebanyak 852. Yang meninggal 126, rujukan keluar 6, sisanya 718 kasus sampai sekarang,” ungkapnya.

Baca Juga:  24 Kampung di Kaimana Segera Nikmati Listrik Program Papua Terang

Dikatakan, untuk medukung proses penyembuhan dan menekan jumlah kasus, pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan, RSUD dan beberapa Puskesmas menyediakan layanan gratis, baik berupa Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP), maupun Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Termasuk lanjut Jubair, melakukan tes viral load, untuk melihat dan mengetahui kadar virus dalam tubuh. Apabila virusnya menurun, maka jika yang bersangkutan belum menikah dan ingin menikah dibolehkan.

“Kita sekarang punya layanan PDP HIV. Sebelumnya layanan PDP ini hanya ada di rumah sakit dan Puskesmas Kaimana, tapi kemarin setelah dilatih, layanan PDP bertambah 4 yakni di Puskesmas Lobo, Waho, Tanusan dan Tugarni. Jadi mereka bisa lakukan pelayanan terhadap orang dengan HIV,” terang Jubair.

Ia menyebut, tahun 2030 pihaknya menargetkan tiga zero (nol) kasus HIV AIDS di Kabupaten Kaimana yakni Zero New Infection (Nol Infeksi Baru), Zero Relatted Deaths (Nol Kematian) dan Zero Discrimination (Nol Diskriminasi).

Baca Juga:  Kuota Catam TNI Jalur Otsus Kaimana 34 Orang, Reguler Menyusul

“Jadi di tahun 2030 itu kami berharap kasusnya sudah turun. Artinya bahwa 90% ditemukan, 90% diobati dan 90% dipertahankan. Artinya semua orang dengan HIV harus diobati,” imbuhnya.

Menutup keterangannya, Jubair mengajak masyarakat untuk menjalani pola hidup sehat, serta tidak melakukan tindakan diskriminasi dan melahirkan stigma negatif terhadap para penderita HIV karena tindakan tersebut berdampak pada keengganan penderita HIV untuk berobat.

“Sebenarnya HIV ini penyakit yang tidak mudah menular, karena dia menularnya melalui hubungan seksual dan kontak darah. Jadi kalau itu tidak lakukan ya tidak mudah terkena. Terus untuk pengobatan, rata-rata program pengobatan terputus karena masalah stigma di masyarakat yang menempatkan orang HIV sebagai pihak yang kelakuannya tidak bagus atau nakal. Dengan vonis-vonis seperti ini akhirnya orang takut berobat. Padahal belum tentu karena nakal, bisa saja dia tolong orang kecelakaan tapi pas ada luka akhirnya terjadi kontak darah,” ungkapnya.

Jubair berharap, penanganan HIV bisa dilakukan secara bersama melalui kerjasama yang baik lintas sektor. Selain itu, dirinya juga berharap agar Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) bisa berfungsi secara baik. |isw|


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Kapolres Kaimana Launching Sekolah Sepak Bola Raja Wali Muda

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Kapolres Kaimana, AKBP Satria Dwi Dharma, S.I.K melaunching Sekolah Sepak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *