
KURANG lebih 18 bulan lamanya, sejak pertama kali menginjakkan kaki di Kota Senja Indah Kaimana pada 22 Februari 2020, Kapolres Iwan P. Manurung, SIK sukses meninggalkan jejak baik di Kaimana, sebelum bertolak menjadi Kapolres Sorong.
Sosok anggota Polri ini, berhasil mewujudkan mimpi dan pergumulan anggota Polres Kaimana beragama Kristiani yang selama 16 tahun, sejak tahun 2005, ingin menghadirkan satu bangunan Kapel (Gereja kecil) Oeikumene di Lingkungan Mapolres Kaimana untuk kebutuhan beribadah.
Kapel yang diberi nama ‘Imanuel’ yang artinya ‘Tuhan Beserta Kita’ ini, diresmikan pengoperasiannya pada Sabtu (21/8/2021) ditandai pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh AKBP Iwan Manurung, dilanjutkan ibadah pentahbisan.
Hadir dalam kegiatan ini, Kapolres baru Kaimana, AKBP I Ketut Widiarta, SIK,MH, para pemimpin gereja dari denominasi gereja se-Kota Kaimana, sejumlah tamu undangan dan jajaran Polres Kaimana.

Kapolres Iwan dalam sambutan mengatakan, pembangunan kapel di lingkungan Polres Kaimana ini merupakan hasil pergumulan semua anggota Polres Kaimana khususnya yang beragama Nasrani sejak tahun 2005.
Kapel ini lanjutnya, diharapkan menjadi tempat yang baik dan istimewa bagi rekan-rekan Polisi Kristiani, untuk memohon tuntunan Tuhan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab sehari-hari.
“Rekan-rekan dapat berdoa setiap saat untuk memohon tuntunan Tuhan sebelum menjalankan tugas. Ini merupakan Kapel Oeikumene sehingga rekan-rekan yang beragama kristen bisa menggunakannya secara bergantian,” jelas Iwan.
Ia mengakui, pembangunan kapel juga menjadi bagian dari pergumulannya sebagai Kapolres Kaimana, untuk bagaimana mewujudkan kerinduan anggota Polres beragama kristiani selama 16 tahun, sejak tahun 2005, untuk menghadirkan sebuah kapela.
Dengan hadirnya Kapel ini, Kapolres Iwan berharap agar jajaran Polres Kaimana yang beragama kristiani, selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap aktivitas. Ia juga berharap agar kinerja jajaran Polres Kaimana bisa lebih baik lagi kedepan.
“Saya titip kapel ini untuk digunakan, dijaga dan dipelihara. Pintu kapel ini harus dibuka setiap waktu untuk mereka yang mau berdoa atau bergumul terkait persoalan hidup kepada Tuhan,” tutupnya. |DAR|KN1|




























KAIMANA NEWS Media Informasi Publik