
PEMERINTAH Kabupaten Kaimana menghadirkan satu sekolah menengah baru di Kampung Lobo, Distrik Kaimana. Sekolah yang diberi nama SMP Negeri 5 ini akan mulai melaksanakan aktivitas belajar mengajar pada tahun pelajaran baru 2019/2020, karena gedung sekolah sendiri sudah berdiri sejak dua tahun lalu
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga telah menyiapkan fasilitas pendukung, seperti meja dan kursi untuk mengisi tiga ruang belajar. Sementara guru, untuk tahap awal akan dikirim tiga orang, masing-masing 1 kepala sekolah dan 2 staf guru.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kosmas Sarkol, S.Pd menyampaikan ini saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/5/2019). Dijelaskan, sekolah yang akan difungsikan tersebut, terdiri dari 3 ruang belajar, ditambah ruang guru dan ruang kepala sekolah.
“SMP Negeri Lobo itu tahun ajaran 2019/2020 ini kita buka. Karena sekolah itu secara fisik sudah dibangun sejak 2 tahun lalu. Harus segera difungsikan agar jangan sampai mubazir karena ini uang negara, uang rakyat. Kami sudah siapkan mebelair untuk dimuat kesana. Guru juga sementara kami siapkan, satu kepala sekolah dan dua guru,” terangnya.
Dikatakan, kehadiran SMP Negeri di Lobo merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Daerah yang ingin menghadirkan lembaga pendidikan yang berkualitas hingga ke kampung-kampung. Tujuannya, agar lulusan SD Lobo dan kampung sekitarnya, bisa menikmati pendidikan yang layak tanpa harus jauh-jauh ke kota.
Dengan hadirnya SMP di Kampung Lobo lanjut Sarkol, diharapkan angka putus sekolah semakin berkurang, karena anak lebih mudah menjangkau pendidikan. Hal ini juga bisa membantu orangtua dalam melakukan kontrol terhadap anak, karena pengalaman selama ini, banyak anak yang sekolah di kota mengalami gagal akibat jauh dari perhatian orangtua.
“Kami berharap lulusan SD di Lobo dan dari kampung sekitar bisa bersekolah disini dan tidak perlu lagi ke kota. Karena belajar dari pengalaman, anak-anak dari kampung, kalau sekolah di kota, selain mengeluarkan banyak biaya, juga banyak yang tidak berhasil karena jauh dari orangtua. Makanya sekolah dibangun di kampung supaya mereka fokus belajar karena dekat dengan orangtua,” ungkapnya.
Ditambahkan, Lobo kedepannya akan dijadikan sentra pelayanan pendidikan di wilayah Mairasi. “Lobo ini kedepan akan menjadi sentra layanan pendidikan atau pilot project untuk sektor pendidikan di Mairasi. Tujuannya supaya anak-anak sekitar bisa bergabung ke Lobo dan tidak harus jauh-jauh ke kota. Meskipun di kampung, mereka perlu menikmati pendidikan yang layak dengan fasilitas yang memadai. Guru-guru berkompeten juga akan dikirim kesana,” pungkas Sarkol. |AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik