KAIMANA- Kabupaten Kaimana memiliki beragam obyek wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan. Pengembangan obyek wisata selain bisa mendorong peningkatan pendapatan asli daerah, juga berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Namun sayang promosi pariwisata Kaimana yang menjadi bagian dari wilayah Provinsi Papua Barat selama ini hanya dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kaimana, sementara pemerintah provinsi belum memberikan perhatian sama sekali.
Demikian disampaikan Wakil Bupati Kaimana, Ismail Sirfefa, S.Sos,MH pada kegiatan bersama Bappenas di Kaimana belum lama ini. Dikatakan, dalam master plan penataan ruang wilayah Provinsi Papua Barat, potensi wisata Kaimana merupakan salah satu yang harus dikembangkan selain Raja Ampat dan Wondama. Tetapi sampai saat ini kata Wabup, belum ada realisasi sama sekali.
“Dalam master plan tata ruang Provinsi Papua Barat, itu sudah menggariskan bahwa ada tiga kabupaten yang harus dikembangkan pariwisatanya yakni Raja Ampat, Kaimana dan Wondama. Tetapi alhasil yang menjadi atensi pemerintah provinsi cuma Raja Ampat, kita dan Wondama hanya untung di nama saja. Belum ada sentuhan-sentuhan konkrit yang dilakukan oleh provinsi terhadap pengembangan pariwisata di kabupaten ini,” ungkap Wabup.
Melalui tim Bappenas, Wabup berharap, perlu ada keterpaduan konsep antara Pemda Kaimana, pemerintah provinsi maupun pusat dalam rencana pengembangan pariwisata Kaimana, sehingga implementasinya tidak setengah-setengah tetapi menyeluruh dan berkesinambungan.
“Perlu ada keterpaduan konsep, jangan sampai konsep di Kaimana lain, di provinsi lain lagi. Kebetulan ada Bappenas disini, kami berharap bisa mengambil langkah-langkah strategis untuk mendorong pengembangan pariwisata Kaimana,” pintanya. (KNT)
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik