
KAIMANANEWS.COM- Tidak hanya Triton dan sekitarnya yang dikunjungi tim promosi pariwisata dari Kementerian Pariwisata RI, ketika menghadiri dan memantau penyelenggaraan Festival Senja 2017 di Kaimana.
Tetapi kolam Sisir yang berjarak 7 km, dengan waktu tempuh 20 menit dari pusat kota Kaimana, juga diliriknya sebagai salah satu potensi pariwisata Kaimana yang nanti akan dipromosikan.
Kunjungan ke kolam sisir ini dilakukan Kamis (30/11). Tim promosi yang dipimpin Suryanto, Kasubbid Promosi Wisata Kemenpar, bertolak ke Kampung Sisir untuk melihat dari dekat kondisi riil obyek wisata yang belakangan ramai dikunjungi warga lokal.
Disela kunjungannya, tim mengakui, keberadaan kolam sisir cukup strategis sebagai obyek wisata alternatif saat berada di Kaimana. Lokasi ini bisa dikunjungi sebelum atau setelah wisatawan mengunjungi lokasi wisata besar seperti Triton dan lainnya.
“Saya kira ini bisa dijadikan obyek wisata alternatif atau cadangan saat wisatawan berkunjung ke Kaimana. Sebelum ke tempat wisata utama Teluk Triton, wisatawan bisa mampir sebentar ke kolam sisir, atau mungkin sekembali dari triton, mengisi waktu sebelum pulang ke daerah masing-masing,” ujar Suryanto.

Adapun tim promosi pariwisata Kemenpar ini, selain Kasubbid Suryanto yang khusus pada promosi wisata petualang, turut serta tiga staf bidang promosi wisata alam; Raski Fitra, Rijanto Ramli, Defi laila Fajar dan Nanang Setiawan dari SMSS Deputi BP3N (Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara), serta EO mitra Kemenpar Fahmi.
Terkait pengelolaan pariwisata, Wakil Bupati Kaimana, Ismail Sirfefa, S.Sos,MH saat menutup resmi kegiatan Festival Senja Tahun 2017, Sabtu (2/12) malam mengakui, pengelolaan pariwisata di Kabupaten Kaimana selama ini belum dilakukan secara maksimal. Kunjungan warga ke setiap obyek wisata masih bersifat gratis.
Namun mulai tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Kaimana akan lebih tertib mengelola setiap potensi wisata, dengan memberlakukan tarif retribusi kepada setiap pengunjung.
“Hari ini kita belum masuk pada penertiban. Kunjungan ke setiap spot wisata masih bersifat free. Besok di tahun 2018, kita berbicara tentang pengembangan pariwisata bukan lagi dalam tataran retorika, tetapi sudah harus tertib melaksanakannya. Kita pastikan setiap objek wisata mendatangkan manfaat bagi peningkatan pendapatan masyarakat, daerah maupun negara,” ujar Wabup. (bel)
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik