
DPRD Kaimana dalam rapat paripurna penetapan, pengesahan serta persetujuan Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018, kompak menyoroti implementasi program bidang perikanan yang dinilai belum memberikan dampak yang positif bagi kesejahteraan hidup masyarakat.
Salah satunya Fraksi Partai Amanat Nasional yang menyebut program rumput laut tidak memberikan dampak apa-apa pada peningkatan ekonomi, khususnya petani rumput laut itu sendiri.
Hal lain yang juga dosoroti adalah bangunan budidaya kepiting yang menurut fraksi ini, hanya merupakan tempat penampungan bukan tempat budi daya.
“Terkait program budidaya kepiting, yang ditemui di lapangan adalah tempat untuk penampungan, bukan untuk budidaya. Juga program rumput laut yang tidak memberikan dampak apa-apa pada peningkatan ekonomi petani rumput laut itu sendiri alias tidak ada hasilnya,” ungkap Fatamsya Furu, Jumat (26/7/2019).
Senada, Fraksi Partai Golkar juga mempertanyakan program budidaya rumput laut, budidaya kepiting dan hatchery yang telah menghabiskan dana yang cukup besar, namun belum memberikan dampak yang berarti dalam peningkatan ekonomi masyarakat.
“Mohon Dinas Perikanan melakukan evaluasi terhadap program unggulan tersebut,” imbuh anggota Fraksi Golkar, Nurjanah Tuasamu.
Menanggapi hal ini Bupati Matias Mairuma mengatakan, kedepan program budi daya kepiting akan dilaksanakan melalui kerjasama dengan pihak-pihak berkompeten.
Sedangkan program rumput laut terang Bupati, lebih disebabkan oleh faktor cuaca seperti curah hujan yang tinggi pada bulan November 2018-Juli 2019 sehingga terjadi perubahan iklim yang berdampak pada perubahan kualitas air.
“Namun sampai saat ini di beberapa lokasi ada penanaman secara kontinyu dengan didampingi tenaga penyuluh dari Dinas Perikanan,” terang Bupati. |DAR|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik