
HASIL Screening yang dilakukan pihak RSUD Kaimana terhadap sejumlah pengunjung dan tenaga kesehatan menemukan 6 Orang Tanpa Gejala (OTG) Reaktif Rapid Test (RT).
Mereka terdiri dari 5 pengunjung (4 dewasa dan 1 bayi) yang hendak menjalani tindakan medik di RSUD, serta 1 tenaga kesehatan. 6 OTG reaktif (positif) rapid test ini, kini menjalani karantina khusus dan karantina mandiri.
Demikian keterangan pers Juru Bicara Satgas Covid-19 Kaimana, dr. Albert Kapitarau, Sp.B, Selasa (26/5/2020). Menurut Dokter Albert, dari 6 OTG reaktif rapid test ini, beberapa diantaranya dipulangkan untuk menjalani karantina mandiri.
“Lebih kurang 10 hari terakhir ini jumlah pasien yang screening rapid test reaktif ada 6 orang, termasuk salah satu tenaga kesehatan,” terang Kepala Ruang IGD RSUD Kaimana ini.
Lebih jauh Dokter Albert jelaskan, RSUD Kaimana sejak beberapa hari lalu mulai ketat menerapkan aturan wajib rapid test bagi seluruh pengunjung yang akan menjalani tindakan medik.
Pihaknya tidak akan m,elakukan tindakan medik terhadap siapa saja yang ingin dilayani, jika yang bersangkutan belum menjalani rapid test. Langkah ini diambil agar selain pelayanan diberikan berdasarkan Protap (Prosedur Tetap) Covid, juga untuk melindungi tenaga perawat dari ancaman virus corona.
Selain terhadap pengunjung lanjut Dokter, pihak RSUD juga telah dan akan melakukan screening rapid test terhadap seluruh tenaga kesehatan di RSUD, untuk memastikan kondisi kesehatannya sebelum memberikan pelayanan.
Ditanya tentang hasil pemeriksaan 36 sampel yang telah dikirim ke Jayapura, Dokter Albert jelaskan, hingga saat ini pihaknya belum mendapat laporan dari Balai Besar Kesehatan Jayapura.
“Hasil untuk 36 sampel belum ada, itu masih lama,” ungkapnya sembari meminta masyarakat untuk tidak anggap remeh dengan pemeriksaan Rapid Test. |RED|AWI|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik