
KECILNYA peluang bagi Orang Asli Papua (OAP) untuk menjadi pemimpin di negerinya sendiri, membuat tokoh masyarakat asli Kaimana yang satu ini Amos Oruw angkat bicara. Ia meminta warga nusantara yang ada di Kabupaten Kaimana untuk memberikan kesempatan kepada anak asli Kaimana menjadi pemimpin, baik pemimpin daerah (Bupati), Ketua DPRD dan pemimpin OPD.
Ketua Tim Pengawas Dana Otonomi Khusus wilayah Kaimana ini mengatakan, memberi peluang bagi OAP untuk menjadi pemimpin perlu dilakukan oleh masyarakat non pribumi, dengan tidak perlu ikut mencalonkan diri dalam bursa pemilihan calon pemimpin. Warga non pribumi lanjutnya, harus memberikan kesempatan kepada warga asli Papua untuk mengambil peran penting sebagai pemimpin di daerahnya.
“Warga nusantara perlu memberi kesempatan penuh kepada warga asli Kaimana untuk mengambil peran penting menjadi pemimpin di daerah ini. Menjadi pemimpin itu bukan hanya pada tingkat sebagai Bupati, tetapi juga sebagai Ketua DPRD dan pemimpin disetiap OPD,” tegas Amos, Senin (16/9/2019).
Pria yang pernah bertarung sebagai calon wakil bupati berpasangan dengan Hasan Achmad pada percaturan politik Pemilukada Kaimana 2015 lalu ini mengatakan, perlu adanya saling pengertian dari warga nusantara untuk memberi ruang yang luas kepada warga OAP menempati posisi tertentu. Hal ini penting karena selama ini, baik di kursi legislatif maupun eksekutif jumlah OAP sangat minim.
Lebih jauh mantan anggota DPRD Kaimana ini juga berharap, melalui otonomi khusus hak-hak OAP benar-benar terakomodir. “Dalam waktu dekat kami dengan 13 kabupaten lainnya dan perwakilan dari Provinsi Papua akan bertemu Presiden untuk membicarakan Otsus. Apakah dilanjutkan atau dihentikan karena Otsus ini akan berakhir,” terangnya. |KNT|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik