
MENINGKATKAN status kesehatan anak, status pendidikan anak serta meningkatkan pengetahuan dan peran keluarga dalam pemenuhan gizi anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Papua Barat menggelar seminar bertajuk Peran Pengasuhan Keluarga Dalam Pemenuhan Gizi dan Tumbuh Kembang Anak.
Kegiatan yang dijadwalkan 25-26 September 2019 dengan melibatkan 35 peserta kader Posyandu, serta perwakilan dari 4 TK dan 1 PAUD dalam wilayah Kota Kaimana ini, dibuka Asisten I Setda Kaimana, Luther Rumpumbo, S.Pd, Rabu (25/9/2019).
Hadir dalam kegiatan dengan nara sumber Dr. Evi Fatima dari Kementerian Kesehatan RI dan Kabid Kesga Dinkes Kaimana Lily Haryati, S.Gz, Kepala Sub Bidang PPPA Provinsi Papua Barat Marta Sihotang, SKM,M.Si, Kepala Dinas PPPA Kaimana Hamid Sirfefa, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kaimana Ny. Since Yowei Sirfefa serta lainnya.
Asisten I Setda Luther Rumpumbo mewakili Bupati Kaimana Matias Mairuma dalam sambutan pembukaan mengatakan, keluarga harus berfungsi untuk memastikan anak-anak sehat. Keluarga juga harus berperan dalam mengembangkan kemampuan anak dengan menanamkan nilai sosial dan budaya sedini mungkin sehingga kelak dapat menciptakan generasi muda yang penuh percaya diri dan berkompeten.
“Anak-anak harus dipersiapkan sedini mungkin dalam proses tumbuh kembangnnya sehingga kelak menjadi pribadi yang berkompeten. Untuk mencapai ini, perlu adanya peran serta keluarga dalam menciptakan situasi dan kondisi yang optimal dalam keluarga, serta dalam upaya pemenuhan kebutuhan nutrisi yang cukup bagi tumbuh kembang anak,” ungkap Luther.
Dikatakan, pemenuhan gizi yang cukup merupakan sesuatu yang harus dilakukan oleh setiap keluarga kepada anak. Hal ini penting dalam rangka menunjang proses tumbuh kembang anak. Luther juga berharap agar kader Posyandu dapat berperan maksimal, terutama dalam mendeteksi gejala-gejala yang berkaitan dengan obesitas dan stunting sehingga sedini mungkin dapat diatasi.
“Setiap keluarga wajib memperhatikan kebutuhan gizi anak-anak pada batas yang sudah ditentukan. Karena ada beberapa penyakit yang menjadi masalah nasional antara lain obesitas atau kelebihan gizi, juga kerdil atau stunting. Kami berharap kader Posyandu bisa membantu mengatasi hal seperti ini melalui penyuluhan,” ujar Luther. |KNT|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik