
KAIMANANEWS.COM- Merayakan pesta Paskah Tahun 2022, jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kaimana dan Jemaat Gereja Protestan Indonesia (GPI) Kaimana menggelar pawai obor dengan titik star dan finis di gereja masing-masing, Minggu (17/4/2022).
Pawai obor yang sudah menjadi tradisi gereja GKI dan GPI setiap tahun ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan menyambut Paskah, yang pelaksanaannya dikoordinir oleh pemuda gereja masing-masing.
Pawai obor ini sendiri merupakan sebuah prosesi untuk menggenapi cerita kitab suci tentang kisah sengsara Yesus sang juru selamat. Bahwa setelah mengalami penderitaan, disalibkan, wafat dan dimakamkan, Yesus bangkit kembali pada hari ketiga, hari Paskah.
Bahwa di hari Paskah, pagi-pagi buta ada sejumlah wanita datang ke makam Yesus diterangi obor sambil membawa rempah-rempah. Namun tiba di makam Yesus mereka hanya mendapati batu yang sudah terguling dari makam dan mereka tidak melihat jenazah Yesus karena Yesus sudah bangkit.
Pantauan Kaimana News.Com di gereja GKI Gwereshera dan GPI Rehobot, pawai obor menyambut fajar Paskah tahun 2022 ini, mulai digelar Pukul 03.00 WIT. Jemaat GKI Gwereshera melintasi ruas jalan Lettu Idrus, Trikora, Cenderawasih, Perindustrian, kembali ke Jalan Lettu Idrus, Nikolas Kabes dilanjutkan ibadah fajar Paskah di Gereja.
Sementara jemaat GPI Rehobot, melintasi ruas jalan Yos Sudarso, Trikora, Cenderawasih, Lettu Idrus, kembali ke Jalan Yos Sudarso dilanjutkan ibadah fajar Paskah di Gereja. Semalam suntuk, sebelum fajar menyingsing, para jemaat memadahkan puji-pujian.

Koordinator kegiatan yang juga merupakan Ketua Pemuda GKI Gwereshera, Brian Kendi ketika dikonfirmasi menjelaskan, pawai obor yang dilanjutkan dengan ibadah fajar paskah ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah digelar sebelumnya.
“Pawai obor merupakan kegiatan terakhir menyambut kebangkitan Kristus. Sebelumnya kita ada gelar sejumlah perlombaan melibatkan seluruh jemaat diantaranya gawang mini, lomba masak papeda dan ada juga lomba cerdas cermat alkitab untuk anak-anak, remaja dan juga dewasa. Kemudian ada kegiatan pembersihan gereja,” ungkap Brian.
Ia berharap, solidaritas tetap terjalin secara imaniah kedepannya. “Artinya bahwa kita punya Tuhan yang sudah menyatukan kita, kedepannya pelayanan terus dijalankan untuk menjadi berkat bagi banyak orang,” pungkasnya.
Kesempatan terpisah, koordinator kegiatan GPI yang juga merupakan Ketua Pemuda GPI Rehobot, Devy Muskita juga mengatakan, pawai obor yang dilanjutkan dengan ibadah fajar Paskah merupakan puncak dari rangkaian kegiatan menyambut Paskah tahun 2022.
Adapun rangkaian kegiatan yang telah digelar adalah nonton bareng film kisah sengsara Yesus dan renungan tentang kebangkitan, jalan salib hidup, meditasi melibatkan remaja dan anak-anak, lomba gawang mini dan pujian-pujian jelang fajar Paskah.
Ia berharap, kegiatan yang sudah rutin digelar setiap tahun ini, diperbaharui terus sehingga semangat untuk mencintai dan meneladani ajaran Yesus terus berkobar di hati para jemaat, terutama anak-anak yang sedang tumbuh.
Untuk diketahui, kegiatan serupa ini juga dilaksanakan di Gereja Katolik. Namun di Gereja Katolik, dilakukan dalam bentuk pemberkatan dan penyalaan lilin Paskah simbol cahaya Kristus yang dilaksanakan pada Sabtu Suci atau malam Paskah. |RED|KN1|









KAIMANA NEWS Media Informasi Publik