
DINAS Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bidang Pengairan Kabupaten Kaimana telah melakukan survey terkait kondisi lokasi mata air kali sukun yang selama ini menjadi sumber air bersih bagi masyarakat Kota Kaimana.
Dari peninjauan yang dilakukan, ditemukan adanya kerusakan pada sejumlah sarana prasarana pendukung, diantaranya bangunan penangkap air dan jaringan pipa transmisi yang akan menyalurkan air ke reservoir PDAM.
“Kita sudah turun tinjau infrastruktur yang ada di kali sukun. Masalah bangunan penangkap air itu akan direhabilitasi terlebih khusus atapnya untuk menghindari daun-daun atau kotoran masuk kedalam bak. Kita anggarkan di APBD Perubahan,” ungkap Kabid Pengairan Dinas PUPR, Sjariful S. Hamka belum lama ini.

Hamka juga menyebut, selain bangunan penangkap air, pihaknya juga akan melakukan perbaikan jaringan pipa transmisi yang mengalami kerusakan. Setelah diperbaiki, jaringan pipa transmisi ini akan berfungsi menyalurkan air langsung ke recervoir Kantor PDAM untuk kemudian didistribusikan kepada pelanggan.
“Posisi sekarang ini debit air kali sukun berkurang. Sehingga ada beberapa jaringan pipa transmisi yang nanti akan kita perbaiki untuk penyaluran air langsung ke reservoir di Kantor PDAM,” ujarnya didampingi Kepala UPTD Air Bersih Kaimana, Muhammad Ali Werfete.
Sementara itu, ketika disinggung terkait jaringan pipa penyalur air bersih kepada pelanggan yang banyak mengalami kerusakan, Hamka mengatakan, akan dipikirkan kemudian karena untuk saat ini fokus perhatian Dinas PUPUR pada perbaikan infrastruktur dasar di sumber mata air.
“Untuk perbaikan jaringan pipa ke pelanggan itu butuh anggaran yang cukup besar. Dengan waktu yang tersisa ini kita tidak mungkin masukan ke APBD Perubahan. Sehingga untuk jaringan-jaringan itu kita rencanakan diusulkan pada tahun anggaran 2022. Tetapi harus tetap direncanakan dengan baik,” tutupnya. |RED|KN1|
KAIMANA NEWS Media Informasi Publik