Home / Ekonomi Bisnis / Bertemu Pemda Kaimana, Investor PLTS Ingin Bangun Cold Storage di Kawasan Potensial Perikanan

Bertemu Pemda Kaimana, Investor PLTS Ingin Bangun Cold Storage di Kawasan Potensial Perikanan

Bagikan Artikel ini:

 

 

KAIMANANEWS.COM- Kabupaten Kaimana belakangan ini bag seorang gadis cantik yang keberadaannya mengundang perhatian banyak pria. Karena potensi sumber daya alamnya yang melimpah, banyak investor tertarik datang ke Kaimana. Salah satunya PT. Sinar Energi Utama (Sinergi), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Perusahaan yang sudah mulai berkembang di Jayapura, Papua ini, tertarik pada potensi perikanan dan kelautan. Mereka ingin membangun cold storage (ruang pendingin/kulkas raksasa) di beberapa kawasan potensial perikanan di Kabupaten Kaimana, untuk membantu masyarakat menampung hasil laut sebelum dipasarkan.

Jumat (10/11) lalu, managemen perusahaan ini dipimpin Rico Viraldy bersama Ahli Cold Storage Bhaskoro Rachmayanto, ahli PLTS Willy Kartawisaya, serta Dirut PD. Baniyau pengelola PLTS Jayapura Ani Fonataba dan Komisaris PD Baniayau Aris Waimuri, hadir di Kaimana dan bertemu Bupati Kaimana Matias Mairuma.

Dalam pertemuan di Ruang Rapat Kantor Bupati, yang turut dihadiri Wakil Bupati Ismail Sirfefa dan para Pimpinan OPD, pihak Sinergi diwakili Rico Viraldy berkenan mempresentasikan visi misi perusahaannya. Rico jelaskan, PT. Sinergi merupakan perusahaan investasi yang mengusung visi mewujudkan ekonomi kerakyatan dengan mengelola potensi kekayaan laut dan tenaga surya Indonesia di berbagai daerah potensial.

Baca Juga:  Kabar Baik, Awal Februari Batik Air A320 Test Flight ke Kaimana

Merealisasikannya, Sinergi akan menggandeng mitra kerja seperti BUMD atau BUMDes atau lainnya, untuk membangun cold storage utama, mini storage dan PLTS. Cold Storage berfungsi menampung ikan hasil tangkapan nelayan sebelum dipasarkan atau diproduksi, serta memproduki es batu bagi kebutuhan nelayan. Cold storage utama akan menampung ikan dari berbagai mini storage untuk selanjutnya diangkut ke pasaran.

Selain untuk mendukung keberadaan Cold Storage demikian Rico, PLTS juga dapat menjawab kebutuhan listrik masyarakat di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal, dengan daya direncanakan 5 KWP atau 450 Watt per paket. Untuk melaksanakan program ini, pihak perusahaan membutuhkan lahan, ijin usaha, serta kerjasama dengan nelayan.

“Nanti setelah 20 tahun beroperasi, aset fasilitas cold storage akan dialihkan kepada partner, perusahaan daerah atau pengelola di tingkat lokal yang direkomendasikan Pemerintah Daerah,” jelas Rico.

Baca Juga:  Tahun Ini, DKPP Kaimana Fokus Pengembangan Padi di Tiga Kawasan

Menjawabnya, Bupati Matias Mairuma mengatakan, akan mempertimbangkannya sesuai kebutuhan masyarakat di Kabupaten Kaimana. Bupati akui, saat ini pihaknya sedang fokus melihat potensi perikanan untuk dikelola secara maksimal bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Namun Bupati inginkan agar pengelolaannya dilakukan secara terpadu, sehingga hasil yang dicapai benar-benar maksimal.

Dihadapan managemen PLTS, Bupati sempat memaparkan kebijakan strategis pembangunan daerah di bidang kelautan dan perikanan, serta peluang dan potensi perikanan yang tersebar pada 7 wilayah distrik. Menurut Bupati, 70% masyarakat Kaimana hidup di daerah pesisir. Olehnya dengan cold storage dan PLTS, diharapkan bisa menjawab sedikit persoalan masyarakat.

“Potensi perikanan di daerah kami cukup menjanjikan. Jika program ini masuk, diharapkan bisa menjawab persoalan masyarakat kami yang 70% hidup di wilayah pesisir. Tetapi kami butuh investasi yang terpadu, supaya hasilnya benar-benar membawa manfaat positif bagi kelangsungan hidup masyarakat,” tutup Bupati. (ant/bel) 

 


Bagikan Artikel ini:

Check Also

Tahun Ini, DKPP Kaimana Fokus Pengembangan Padi di Tiga Kawasan

Bagikan Artikel ini: KAIMANANEWS.COM – Tahun ini, selain komoditas lainnya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *